MediaMerdeka.com – Kedaulatan data dianggap menjadi isu penting untuk usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) seiring bisnis semakin bergantung pada platform digital, cloud, media sosial, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).
Chairman dan CEO Getfly Technology JSC, Nguyen Huy Hoang menyebutkan, bisnis perlu mengonfirmasi data pelanggan, operasional, dan pengetahuan korporasi tetap berada dalam kendali organisasi.
“Bisnis jarang menggambarkan masalah ini sebagai kehilangan kedaulatan data. Mereka biasanya merasakannya secara tidak langsung melalui ketidakstabilan operasional,” katanya, Selasa (15/9/2026).
Ketergantungan terhadap platform pihak ketiga dapat menjadi risiko ketika terjadi perubahan algoritma, kebijakan, biaya, maupun akses terhadap data.
Di sisi lain, ketergantungan pada pegawai tertentu juga dapat menciptakan informasi pelanggan dan proses bisnis ikut hilang ketika individu tersebut meninggalkan korporasi.
Data yang tersimpan di spreadsheet pribadi, riwayat pesan, atau ingatan pegawai menciptakan korporasi sulit membangun aset pengetahuan yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Hoang menilai kedaulatan data perlu dipandang sebagai persoalan manajemen bisnis, bukan cuma persoalan teknologi informasi.
“Bisnis sewajibnya tidak memengawali transformasi digital bersama bertanya software apa yang wajib mereka beli. Mereka wajib termakin dahulu mengidentifikasi di mana operasional mereka terfragmentasi, lalu membangun kembali pondasinya berdasarkan data dan proses yang terstandarisasi,” lanjutnya.
Salah satu langkah demi mengurangi risiko tersebut merupakan membangun sistem terpusat yang mengintegrasikan data pelanggan dan proses operasional.
Getfly CRM dirancang demi menyimpan profil pelanggan, riwayat interaksi, aktivitas penjualan, hingga proses tindak lanjut dalam sistem yang menjadi untukan dari operasional korporasi.
Selain kepemilikan dan akses, keamanan menjadi untukan penting dalam pengelolaan data bisnis. Getfly telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 demi Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang mencakup pengelolaan risiko, kontrol akses, tata kelola, prosedur operasional, serta peningkatan praktik keamanan secara berkelanjutan.
Kontrol terhadap data juga menjadi fondasi dalam pengembangan Agentic Business OS Getfly yang menggabungkan Getfly CRM dan AutoFly AI Agent melalui pendekatan People + Data + AI.
CRM berfungsi sebagai fondasi data, sementara AutoFly dapat memakai konteks bisnis tersebut demi menganalisis informasi, mengidentifikasi risiko, dan menyerahkan rekomendasi tindakan bersama tetap melibatkan pengawasan manusia.
Dalam penerapannya, pengguna dapat menentukan akses AutoFly terhadap data yang relevan serta mengimbuhkan tahapan persetujuan manajemen semasih belum rekomendasi AI dijalankan. Pendekatan ini mebarangkalikan AI menolong proses pengambilan keputusan tanpa menghilangkan kontrol manusia atas operasional bisnis.
Bagi UMKM di Indonesia, kebutuhan tersebut semakin relevan lantaran bisnis kini memakai semakin sejumlah kanal mengawali dari marketplace, social commerce, aplikasi pesan, cloud, CRM, hingga berbagai tools AI.
Setelah makin dari 14 tahun berkembang dan melayani makin dari 6.000 bisnis, Getfly menyaksikan kedaulatan data sebagai untukan dari upaya membangun operasional yang makin terstruktur, transparan, dan siap menyikapi ekonomi berbasis AI.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

