Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki data angka kemiskinan Indonesia yang berbeda jauh bersama estimasi Bank Dunia. 

BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia sebesar 8,07 persen, sementara itu Bank Dunia memperkirakan sesejumlah 64,1 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.

Perbedaan angka yang jomplang tersebut lalu dijelaskan BPS dalam pernyataan bersama bersama Bank Dunia.

BPS menegaskan, perbedaan besar antara angka kemiskinan nasional dan internasional bukan didikarenakankan oleh kondisi kehidupan masyarakat sekitar Indonesia yang memburuk. 

Perbedaan itu terjadi lantaran BPS dan Bank Dunia memakai garis kemiskinan bersama tujuan pengukuran yang berbeda.

BPS mengukur kemiskinan berdasarkan biaya hidup di Indonesia. Sementara Bank Dunia memakai garis kemiskinan internasional demi membandingkan standar hidup antarnegara.

“Baik BPS maupun Bank Dunia memakai Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Indonesia sebagai sumber data, namun keduanya mengukur kemiskinan bersama cara yang berbeda, lantaran pengukuran tersebut memiliki tujuan yang berbeda pula,” demikian pernyataan bersama BPS dan Bank Dunia, dikutip Jumat (11/9/2026).

BPS menerangkan, garis kemiskinan nasional dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran minimum yang dibutuhkan seseorang demi memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, bagaikan perumahan, pakaian, dan transportasi.

Penghitungan tersebut dilakukan di 75 wilayah perkotaan dan perdesaan di setiap provinsi, serta diperbarui dua kali dalam setahun demi menyesuaikan perubahan harga.

Pada Maret 2026, garis kemiskinan nasional BPS tercatat sebesar Rp669.235 per orang per bulan atau sekitar 3,60 dolar AS per hari. Berdasarkan ukuran tersebut, tingkat kemiskinan Indonesia mencapai 8,07 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan tingkat kemiskinan pada Maret 2025 yang mencapai 8,47 persen.

Sementara itu, Bank Dunia memakai tiga garis kemiskinan internasional yang disesuaikan bersama kelompok pendapatan suatu negara.

Untuk negara berpendapatan rendah, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 3 dolar AS per hari. 

Kemudian 4,20 dolar AS per hari demi negara berpendapatan menengah bawah dan 8,30 dolar AS per hari demi negara berpendapatan menengah atas.

Indonesia yang masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas memakai garis kemiskinan 8,30 dolar AS PPP atau sekitar Rp51.087 per orang per hari dalam penghitungan Bank Dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *