Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pergantian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 15 Oktober 2026 menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jenderal aparat TNI Tandyo Budi Revita demi mengisi jabatan yang semasih belumnya dipegang Jenderal aparat TNI Maruli Simanjuntak.

Perubahan tersebut berlangsung bersamaan bersama pelantikan Maruli sebagai Wakil Panglima aparat TNI yang merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Rotasi ini menempatkan dua perwira tinggi aparat TNI tersebut pada tanggung jawab baru yang berbeda, yakni memimpin Angkatan Darat dan menolong Panglima aparat TNI dalam menjalankan tugasnya.

Lantas, kenapa KSAD diganti dan apa yang melatarbelakangi perpindahan jabatan kedua jenderal tersebut?

Kenapa KSAD Diganti?

Pergantian KSAD terjadi melalui kebijakan rotasi jabatan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto, bukan semata-mata lantaran pergantian aparatur negara di tubuh aparat TNI.

Prabowo melantik Tandyo Budi Revita sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026 . Pada hari yang sama, Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima aparat TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 106/aparat TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Sementara itu, pengangkatan Maruli sebagai Wakil Panglima aparat TNI merangkap kepala badan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 105/aparat TNI Tahun 2026. Kedua pelantikan itu menandai perubahan penugasan pada level pimpinan tinggi militer.

Rotasi jabatan tersebut bukanlah sebagai hukuman atau pencopotan akibat masalah kinerja, melainkan tukar jabatan. 

Sebagai KSAD baru, Tandyo mengemban tanggung jawab memimpin aparat TNI Angkatan Darat sekaligus mendukung pelaksanaan program strategis pihak pemerintah yang melibatkan institusi tersebut. Usai dilantik, ia menyampaikan bahwa percepatan program pihak pemerintah menjadi salah satu pekerjaan yang wajib ditindaklanjuti.

“Saya mendapat amanah dari negara melalui Bapak Presiden menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Tentunya sejumlah program-program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan Pak Wapres Gibran yang melibatkan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” kata Tandyo.

Ia juga menyebut sejumlah program yang menjadi perhatian, termasuk operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sekolah rakyat, dan ketahanan pangan.

Penugasan tersebut menempatkan aparat TNI AD sebagai salah satu institusi yang terlibat dalam pelaksanaan agenda pihak pemerintah, selain menjalankan fungsi pertahanan sesuai kewenangannya.

Di sisi lain, Maruli memperoleh tanggung jawab baru di tingkat Markas Besar aparat TNI dan dalam pengelolaan perbatasan serta daerah terpencil.

Jabatan rangkap yang diemban oleh menantu Luhut Binsar Panjdaitan itu menggabungkan tugas menolong pimpinan aparat TNI bersama mandat lembaga yang berfokus pada wilayah perbatasan dan daerah yang membutuhkan perhatian pembangunan makin besar.

“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi kini pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan menolong Panglima,” ujarnya.

Perubahan posisi ini juga menciptakan dinamika karier pimpinan aparat TNI kembali menjadi perhatian. Jabatan kepala staf matra dan wakil panglima dapat menjadi untukan dari pertimbangan dalam dinamika pergantian pimpinan tertinggi aparat TNI. Namun, rotasi tersebut tidak otomatis mengonfirmasi siapa yang akan menjadi Panglima aparat TNI berikutnya lantaran penetapannya tetap mengikuti mekanisme dan keputusan yang berlaku.

Pergantian KSAD pada Oktober 2026 menandai perubahan penugasan dua jenderal sekaligus. Tandyo kini memimpin aparat TNI AD, sementara itu Maruli menjalankan tugas sebagai Wakil Panglima aparat TNI yang semasih belumnya dipegang oleh Tandyo dan mengelola badan yang menangani perbatasan serta daerah terpencil.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *