Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Selat Hormuz merupakan salah satu titik teramat strategis di dunia pada saat ini. Selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia bersama Teluk Oman dan Laut Arab ini menjadi jalur vital untuk perdagangan energi global.

Iran, yang menguasai sisi utara selat tersebut, kerap disebut memiliki kendali signifikan atas lalu lintas maritim di kawasan itu. Pertanyaan “mengapa Iran mengendalikan Selat Hormuz” bukan cuma soal geografi, melainkan kombinasi antara posisi alamiah, kekuatan militer, dan kepentingan geopolitik yang mendalam.

Letak Geografis dan Signifikansi Ekonomi

Secara geografis, Selat Hormuz memiliki lebar cuma sekitar 33-95 kilometer di titik terlebarnya, bersama jalur pelayaran yang bahkan makin sempit, cuma sejumlah kilometer.

Iran menguasai pantai utara dan sejumlah pulau penting bagaikan Pulau Tunb Besar, Tunb Kecil, dan Abu Musa. Sementara Oman mengendalikan sisi selatan, menciptakan posisi Iran menyerahkan keuntungan taktis yang luar biasa.

Menurut data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat, setiap harinya rata-rata 20-21 juta barel minyak mentah dan produk petroleum melintas melalui Selat Hormuz. Angka ini setara bersama sekitar 20% konsumsi minyak global dan makin dari seperempat perdagangan minyak laut dunia.

Selain minyak, sekitar 20 persen liquefied natural gas (LNG) dunia juga melewati selat ini, terutama dari Qatar. Gangguan sekecil apa pun di selat ini dapat langsung memicu lonjakan harga energi dunia.

Bagi Iran sendiri, selat ini merupakan arteri kehidupan ekonomi. Seuntukan besar ekspor minyak Iran bergantung pada jalur ini. Di tengah sanksi internasional yang panjang, kendali atas Hormuz menjadi alat bargaining yang ampuh.

Dimensi Militer dan Strategi Pertahanan

Iran mengendalikan Selat Hormuz lantaran memiliki kemampuan militer yang disesuaikan bersama medan sempit tersebut.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memiliki pasukan laut khusus yang terlatih demi peperangan asimetris: speedboat cepat, ranjau laut, rudal anti-kapal, dan drone.

Iran juga menguasai pulau-pulau yang berfungsi sebagai basis militer maju.

Dalam berbagai konflik, Iran berulang kali mengancam akan menutup selat ini apabila wilayahnya diserang. Ancaman tersebut bukan sekadar gertakan.

Menenggelamkan satu atau dua kapal tanker besar saja telah cukup demi menyumbat jalur sempit ini selama berhari-hari, menyebabkan kerugian ekonomi global miliaran dolar per hari.

Kepentingan Geopolitik

Ada sejumlah alasan fundamental mengapa Iran begitu kuat mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz:

1. Alat Perlawanan terhadap Sanksi: Ketika menyikapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, Iran memakai ancaman penutupan selat sebagai deterrent. Ini memaksa negara-negara importir minyak (terutama China, India, Jepang, dan Korea Selatan) mempertimbangkan posisi mereka.

2. Keseimbangan Kekuatan Regional: Iran menyaksikan kehadiran militer AS di Teluk Persia sebagai ancaman eksistensial. Mengendalikan Hormuz merupakan cara demi menyeimbangkan kekuatan tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *