Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada Kamis (23/7) menjadi momentum demi mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat perannya masing-masing dalam menciptakan ekosistem yang mendukung anak. 

Sementara itu, Ketua Umum Solidaritas Perempuan demi Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih yang juga istri Wapres Gibran Rakabuming, Selvi Ananda, menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimengawali dari keluarga.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Hari Anak Nasional pada tahun ini menjadi untukan dari upaya menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebutkan kalangan anak merupakan calon pemimpin bangsa berakibat seluruh pihak perlu menyerahkan ruang yang luas untuk mereka demi tumbuh dan berkembang.

“Anak-anak pada hari ini merupakan pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, kita wajib menyerahkan kesempatan, akses, dan ruang seluas-luasnya untuk anak demi belajar, berkembang, berkreasi, dan meraih cita-cita. Ketika kita hadir demi anak, kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” ujar Arifah dalam pernyataannya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Arifah, Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, namun juga pengingat untuk keluarga, sekolah, masyarakat sekitar, dunia usaha, media, pihak pemerintah daerah, keaparatur negara kementerianan, dan lembaga agar terus memperkuat dukungan terhadap pemenuhan hak anak.

Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Forum Anak turut menyampaikan 12 poin Suara Anak Indonesia 2026 yang mewakili aspirasi anak dari 38 provinsi. Aspirasi tersebut disusun melalui proses partisipatif mengawali dari tingkat desa hingga nasional.

Adapun isu yang diangkat meliputi pendidikan berkualitas dan inklusif, pencegahan kekerasan dan perundungan, kesehatan fisik dan mental, perlindungan anak di ruang digital, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan, penguatan peran keluarga, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemenuhan hak anak penyandang disabilitas.

Arifah mengonfirmasi pihak pemerintah akan mengawal aspirasi tersebut agar mendapat perhatian dari keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait.

“Suara Anak Indonesia tidak cuma kami dengar, namun juga kami kawal. Kami akan mendampingi kalangan anak menyampaikan langsung rekomendasi mereka kepada keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait agar setiap aspirasi memperoleh perhatian dan tindak lanjut,” ujar Menteri PPPA.

Selain itu, Arifah mengingatkan orang tua tidak cuma melarang anak bermain gawai, namun juga menghadirkan kegiatan alternatif yang positif dan menyenangkan. Misalnya, mengenalkan permainan tradisional yang mengajarkan kebersamaan, sportivitas, dan nilai karakter yang penting untuk perkembangan anak.

Menurutnya, kreativitas anak juga perlu terus didukung, salah satunya melalui pengembangan minat di bidang sains dan teknologi.

“Robotik memperlihatkan kreativitas dan potensi luar biasa kalangan anak Indonesia. Potensi ini wajib terus kita dukung agar mereka siap menyikapi perkembangan zaman dan tantangan masa depan,” ujar Menteri PPPA.

Sementara itu, Ketua Umum SERUNI Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, menegaskan keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk karakter anak.

Sebagai generasi penerus bangsa, Selvi menekankam bahwa kalangan anak wajib dipersiapkan menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter kuat. 

“Pendidikan karakter dimengawali dari keluarga, lalu diperkuat oleh sekolah dan lingkungan sekitar. Dengan nilai etika, budi pekerti, dan kepedulian yang baik, kalangan anak Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang siap mengangkut perubahan positif untuk bangsa,” ujar Selvi.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 pada tahun ini juga diisi bersama berbagai kegiatan, di antaranya penyampaian Suara Anak Indonesia, permainan tradisional berbasis kearifan lokal, serta pameran robotik karya anak Indonesia sebagai ruang untuk anak demi berkreasi dan mengembangkan bakat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *