MediaMerdeka.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong pihak pemerintah memprioritaskan pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting dibanding distribusi susu formula massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
IDAI menilai tatalaksana nutrisi anak usia di atas enam bulan yang terbukti efektif mencegah stunting merupakan makanan pendamping ASI berbasis protein hewani dari pangan lokal.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr Yoga Devaera, Sp.A, Subsp.NPM(K), menyebutkan pangan lokal memiliki efektivitas makin baik dalam mencegah stunting.
“Pangan lokal makin ampuh cegah stunting. Untuk anak di atas 6 bulan, makanan terbaik demi mencegah stunting merupakan protein hewani dari pangan lokal bagaikan telur, ikan, ayam, dan daging,” kata Yoga dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026).
IDAI juga menegaskan substitusi berbasis susu formula bukan pendekatan utama penanganan stunting. Tatalaksana nutrisi pasca 6 bulan (MPASI) yang terbukti secara klinis mencegah stunting bersama pemberian protein hewani dari pangan lokal.
“Seperti telur, ikan, daging, bukan substitusi berbasis Ultra-Processed Food (UPF) berupa susu formula,” imbuh Yoga.
Karena itu, IDAI mengimbau pihak pemerintah mempertimbangkan pengalihan anggaran pengadaan susu formula komersial demi memperkuat program MPASI berbasis pangan lokal.
IDAI menyebut langkah tersebut penting demi mendukung kemandirian pangan nasional sekaligus memperkuat intervensi gizi berbasis bukti ilmiah dalam penanganan stunting.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), menyebutkan pihaknya sebenarnya mendukung seluruh upaya pihak pemerintah dalam memperbaiki gizi nasional.
“IDAI menginginkan BGN dapat dalam waktu dekat menjalankan telaah ulang dan sinkronisasi petunjuk teknis semasih belum kebijakan ini menimbulkan kerugian kesehatan yang luas,” kata Piprim.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

