Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan penerimaan Kepabeanan dan Cukai tembus Rp 123,8 triliun per Mei 2026. Pendapatan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) ini naik 0,7 persen dari tahun semasih belumnya (year on year/yoy).

Menkeu Purbaya menerangkan penerimaan negara dari Bea Cukai ini meningkat sejak dua bulan terakhir, yakni periode April dan Mei 2026. Sebab pada Januari hingga Maret 2026, pendapatan Bea Cukai merasakan penurunan.

“Kepabeanan dan Cukai makin baik. Tadinya negatif pertumbuhannya, tapi April telah positif 0,6 (persen), Mei 0,7 (persen) positif. Ke depan akan makin positif lagi pertumbuhannya,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).

Penerimaan ini terdiri dari Cukai, Bea Masuk, dan Bea Keluar. Khusus Cukai, realisasi pendapatan mencapai Rp 90,4 triliun atau meningkat 0,2 persen yoy.

Menkeu Purbaya menerangkan bila penerimaan Cukai tumbuh didorong peningkatan produksi hasil tembakau pada triwulan pertama atau periode Januari-Maret 2026. Ia juga membantah isu produksi rokok turun lantaran kebijakan Pemerintah.

“Ada yang bilang sama saya turun tuh gara-gara kebijakan lu. Padahal kebijakan kita enggak naikin cukainya,” lanjut dia.

Sementara demi Bea Masuk mencapai Rp 21,5 triliun atau meningkat 9,7 persen dari Rp 19,6 triliun dari tahun lalu. Purbaya menerangkan penerimaan naik lantaran didorong peningkatan impor bahan baku dan bahan penolong yang tumbuh 10,67 persen.

“Artinya apa? Bahan baku dan bahan penolong ini memperlihatkan memang aktivitas manufacturing sedang meningkat di sini. Kalau enggak ini enggak akan tumbuh, jadi inline bersama angka PDB besar yang ekonomi sedang tumbuh,” lanjutnya.

Berbeda bersama Bea Keluar yang merasakan penurunan 8,9 persen dari Rp 13,0 triliun di Mei 2025 menjadi Rp 11,9 triliun per Mei 2026. Purbaya menyebut kontraksi ini mengawali merasakan perbaikan bersama penguatan harga crude palm oil (CPO) di Maret sampai Mei 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *