MediaMerdeka.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengingatkan tingginya angka pengangguran dan minimnya akses masyarakat sekitar lokal terhadap sumber daya dapat memicu instabilitas di wilayah Papua.
Hal itu disampaikan Pigai setelah menyerap aspirasi masyarakat sekitar dalam kunjungan kerja sekaligus mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Papua Tengah.
Pigai menyoroti tingginya tensi gerakan masyarakat sekitar sipil di Papua di tengah situasi keamanan dan konflik bersenjata yang masih masih belum menentu.
Berdasarkan temuannya di lapangan, ia menyebut seuntukan masyarakat sekitar Papua merasa tidak memperoleh akses terhadap sumber daya kekuasaan, baik di bidang politik, pihak pemerintahan, maupun dunia bisnis.
“Apa yang saya lihat, orang Papua sampaikan kepada saya, orang Papua pada saat ini merasa tidak memperoleh sumber daya kekuasaan, baik itu di politik maupun juga di pihak pemerintahan atau juga di dunia bisnis,” ujar Pigai di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Pigai, keterbatasan lapangan pekerjaan dan perasaan termarjinalkan berpotensi memicu frustrasi sosial.
Kondisi tersebut lalu dapat mendorong munculnya berbagai gerakan sipil, terutama dari kalangan angkatan kerja yang masih belum terserap lapangan pekerjaan.
“Maka mayoritas orang Papua cenderung jobless, penganggur. Situasi ini kami rasakan, di mana gerakan-gerakan sipil di Papua mengawali dilakukan oleh mereka yang jobless tersebut, angkatan kerja,” ungkap Pigai.
Ia menegaskan persoalan pengangguran di Papua tidak dapat dipandang semata-mata sebagai masalah ekonomi. Menurutnya, tingginya angka pengangguran dapat berdampak terhadap stabilitas wilayah hingga nasional.
“Tingginya pengangguran di Papua itu dapat menyebabkan dampak yang teramat buruk dalam instabilitas wilayah dan dapat terganggu instabilitas nasional,” ujarnya.
Karena itu, Pigai mengimbau keaparatur negara kementerianan, lembaga pihak pemerintah pusat, dan pihak pemerintah daerah mengutamakan program pemberdayaan ekonomi yang menyerahkan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar asli Papua.
Menurut dia, pembukaan akses ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar lokal menjadi langkah penting demi mengurangi potensi frustrasi sosial sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Pigai juga menekankan perlunya kesempatan yang makin luas untuk masyarakat sekitar asli Papua demi berpartisipasi dalam bidang politik, pihak pemerintahan, dan dunia usaha. (Antara)
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

