Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti demi membentuk tim guna mempelajari buku ajar agar dapat disesuaikan bersama perkembangan zaman dan teknologi.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memanggil Abdul Mu’ti ke Istana Merdeka, Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang turut dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa diskusi Presiden dan Mendikdasmen berlangsung hampir dua jam bersama fokus membahas persoalan pendidikan, mengawali dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas guru.

“Termasuk beliau diberi tugas demi sedalam waktu dekat barangkali membentuk tim demi mempelajari buku ajar atau buku pelajaran untuk seluruh peserta didik kita yang wajib disesuaikan bersama perkembangan zaman, perkembangan teknologi, yang kita tidak ingin kalah bersama buku-buku pelajaran dari luar gitu,” kata Pras di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga membahas percepatan pelaksanaan program-program prioritas di bidang pendidikan, di antaranya revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Revitalisasi Sekolah

Terkait program revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti menginformasikan bahwa pelaksanaan revitalisasi pada tahun 2025 telah mencapai 100 persen bersama menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, pada 2026 pihak pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah disetujui DPR demi revitalisasi 11.744 satuan pendidikan, ditambah 60.000 satuan pendidikan lainnya. Dengan demikian, pada tahun ini akan dilakukan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, mengawali dari taman kanak-kanak hingga tingkat SLTA.

“Kami sampaikan juga bahwa program revitalisasi ini tidak cuma berkaitan bersama peningkatan mutu pendidikan, tapi juga dari penelitian kami juga berdampak terhadap ekonomi lantaran sistemnya swakelola, pembangunannya langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Kami memperkirakan akan ada penyerapan tenaga kerja di tingkat daerah, mereka yang mengerjakan revitalisasi ini demi 71.744 itu sekitar 1,1 juta orang yang akan dapat bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ujar Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menyampaikan program revitalisasi sekolah mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ia menyebut sejumlah sekolah yang selama puluhan tahun masih belum memperoleh perbaikan infrastruktur kini dapat menikmati fasilitas pendidikan yang makin layak.

“Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T, mereka amat berterima kasih lantaran walaupun sebenarnya sesuai bersama undang-undang, tanggung jawab pembangunan itu merupakan pihak pemerintah daerah, tapi lantaran komitmen Bapak Presiden demi peningkatan mutu pendidikan, kami revitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” tutur Abdul Mu’ti.

Sekolah Nasional Terintegrasi

Selain revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti menginformasikan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi untukan dari upaya pihak pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul.

Abdul Mu’ti menyebutkan Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan menyerahkan layanan pendidikan berkualitas bersama standar yang terintegrasi.

“Yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama, yang pada tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 sekolah nasional terintegrasi dan telah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang telah kami seleksi, dan pada tahun ini nanti akan kami mengawali, insyaallah lima itu kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Dasar dan Menengah, lalu ada satu yang di IKN, dan lalu sembilan yang nanti kita bangun baru di daerah yang telah diseleksi,” kata Abdul Mu’ti.

Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Prabowo menekankan komitmen pihak pemerintah demi mendorong kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan hingga pengembangan kompetensi guru.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pihak pemerintah telah menjalankan penyesuaian tunjangan untuk para guru.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *