Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Kenaikan mendadak harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menciptakan sejumlah pengguna kendaraan roda dua mengawali menghitung ulang pengeluaran hariannya.

Seuntukan memilih bertahan, seuntukan lainnya terpaksa turun kelas ke Pertalite demi menekan biaya operasional.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Pertamax pada Selasa (9/6/2026) malam. Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax melonjak Rp3.900 per liter, dari semasih belumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Pantauan MediaMerdeka.com di SPBU 34.15417 Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (10/6/2026), antrean kendaraan terlihat mengular di jalur pengisian Pertalite.

Sementara pengendara yang mengisi Pertamax masih ada, namun jumlahnya jauh makin sedikit dibanding biasanya.

Kenaikan harga yang mengawali berlaku sekitar pukul 24.00 WIB itu langsung memicu keresahan, terutama di kalangan kalangan akademisi dan pengemudi ojek online yang menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan bermotor.

Balik ke Pertalite

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Zaidan Fakhir Heryani, mengaku selama ini senantiasa memakai Pertamax demi sepeda motornya. Kendaraan itu dipakai demi berangkat kuliah sekaligus mencari tambahan penghasilan sebagai pengemudi ojek online.

Namun, lonjakan harga yang terjadi menciptakannya mengawali mempertimbangkan pilihan lain.

“(Selalu) pakai Pertamax gue, tapi kalo udah tembus 16 ribu kayanya bakal Pertalite lagi,” ujarnya.

Meski wajib beralih bahan bakar, Zaidan mengaku tidak punya pilihan selain tetap bekerja sebagai pengemudi ojol.

“Enggak ada pilihan lagi. Kalau dihitung-hitung tetap rugi kalo pake Pertamax. Walaupun pakai Pertalite, servis rutinnya jadi makin cepat,” katanya mengeluh.

Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol asal Ciledug, R Ali Astijanto Joe Ponti. Menurutnya, tarif perjalanan yang diterima pengemudi pada saat ini tidak sebanding bersama kenaikan biaya operasional akibat mahalnya BBM.

“Kadang kita sendiri kebingungan bagaimana menutupi biaya operasional demi bahan bakar,” ujarnya.

Joe menilai kenaikan harga Pertamax amat membebani pengemudi ojol yang mengandalkan kendaraan pribadi demi mencari nafkah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *