Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memengawali babak baru dalam struktur kepemimpinannya. Lewat gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan secara bauran (hybrid) pada Senin (29/6/2026), Jeffrey Hendrik secara sah ditetapkan sebagai Direktur Utama BEI yang baru demi masa bakti 2026 hingga 2030.

Langkah penunjukan ini dinilai sebagai keputusan krusial dan strategis dari para pemegang saham berhak suara. Pemilihan pimpinan baru ini dilakukan di tengah akselerasi program modernisasi bursa agar menjadi institusi perdagangan yang makin inklusif, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.

Selain agenda pengangkatan nakhoda baru, RUPST BEI kali ini juga menyetujui sejumlah poin penting, di antaranya:

Rekam Jejak Panjang Jeffrey Hendrik di Industri Keuangan

Semasih belum dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi di otoritas bursa, Jeffrey Hendrik sempat mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Kepercayaan tersebut merupakan kelanjutan dari kinerjanya sebagai Direktur Pengembangan BEI yang telah ia pegang sejak RUPST tertanggal 29 Juni 2022.

Selama menduduki pos pengembangan, ia menjadi motor penggerak berbagai pembaruan produk investasi dan perluasan basis pasar modal domestik.

Sektor keuangan dan pasar modal bukanlah hal baru untuk alumnus Universitas Trisakti ini. Meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1995, perjalanan karir profesional Jeffrey membentang selama makin dari tiga dekade:

  1. Awal Karir (1994-1999): Memengawali langkah perdana di PT Zone Pratama (1994-1996), lalu mempertajam keahliannya di divisi Corporate Finance PT Transpacific Securindo sepanjang periode 1996 hingga 1999.
  2. Eksekutif Sekuritas (1999-2022): Jeffrey menorehkan rekam jejak panjang selama makin dari dua puluh tahun saat memimpin PT Phintraco Sekuritas sebagai Presiden Direktur/CEO, semasih belum akhirnya berlabuh ke jajaran regulator pasar modal.
  3. Bagian dari Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi BEI (2019-2020), pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Bidang Perdagangan Efek (2020-2022), hingga berkontribusi langsung dalam Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2021.

Target Strategis: Membawa Pasar Modal Indonesia ke Kelas Dunia

Usai resmi dilantik, Jeffrey Hendrik menegaskan prioritas utamanya dalam menakhodai BEI selama empat tahun ke depan. Fokus kerja dewan direksi yang baru akan bertumpu pada penguatan sistem tata kelola korporasi yang baik (Good Corporate Governance) serta peningkatan transparansi transaksi.

“Kami menegaskan komitmen membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak cuma dari sisi nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, namun juga dalam hal transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

Guna merealisasikan visi global tersebut, Jeffrey membeberkan bahwa otoritas bursa telah mengintensifkan komunikasi koordinatif bersama sejumlah penyedia indeks global utama.

Langkah penyelarasan ini diambil guna mengonfirmasi seluruh ekosistem dan instrumen perdagangan di BEI mampu memenuhi standar kualifikasi internasional yang dinantikan oleh para investor institusi global.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *