MediaMerdeka.com – Ketua DPR RI Puan Maharani resmi membuka Rapat Paripurna bersama agenda pembacaan penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Rapat Paripurna ini dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Puan menyebut apabila rapat kali ini telah mencapai kuorum lantaran dihadiri anggota dewan sesejumlah 451 orang dari 580.
“Menurut catatan dari Kesetjenan DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI pada hari ini telah ditandatangani oleh 451 anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI. Dengan demikian kuorum telah tercapai,” kata Puan.
Atas dasar itu Puan lantas lanhsung mengetuk palu membuka Rapat Paripurna tersebut.
“Dan bersama mengucapkan bismillahirrohmanirrohim perkenankan kami membuka rapat paripurna,” tuturnya sambil mengetuk palu.
Semasih belumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pada Rabu (20/5/2026).
Agenda utama kehadiran Presiden merupakan demi membacakan penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
“Besok itu Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal,” kata Dasco saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Langkah Presiden Prabowo ini tergolong istimewa dan memecah tradisi, mengingat selama ini penyampaian KEM-PPKF biasanya dilakukan oleh Menteri Keuangan sebagai perwakilan pihak pemerintah.
Namun, Dasco menegaskan bahwa secara konstitusi dan aturan yang berlaku, hal tersebut amat dibarangkalikan.
“Kan sebenarnya para aparatur negara kementerian itu mewakili Presiden. Sehingga kan tidak ada aturan yang lalu… yang lalu menciptakan seorang Presiden… dapat, kan dapat langsung. Itu boleh-boleh saja. Namanya ini pengantar demi penyusunan APBN 2026,” ujar Dasco.
Keputusan Presiden demi membacakan sendiri pokok-pokok kebijakan fiskal ini disebut sebagai momen bersejarah di parlemen.
Dasco mengaku telah mengecek catatan sejarah persidangan semasih belumnya dan menyimpulkan bahwa ini merupakan peristiwa perdana.
“Saya baru cek tadi, barangkali ini baru pertama kali ya. Iya. Oke. Ada lagi?” ucap Dasco saat ditanya apakah ini merupakan tren baru atau momen perdana untuk seorang Presiden menyampaikan KEM-PPKF secara langsung kepada DPR.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

