Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku gembira bersama Pendapatan Negara yang mencapai Rp 1.459,4 triliun di semester pertama 2026, atau setara 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 

Menkeu Purbaya beralasan bila Pendapatan Negara di pertengahan pada tahun ini tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), di mana Pendapatan Negara 2025 era Menkeu Sri Mulyani cuma mencapai Rp 1.201,8 triliun.

Ia menerangkan bila realisasi Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN bersama pertumbuhan 21,4 persen yoy. 

Selain pajak ada pula Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 271,0 triliun atau 59,0 persen dari target APBN dan tumbuh 21,6 persen. Sementara Penerimaan Hibah mencapai Rp 700 miliar di semester pertama 2026.

“Kalau kita lihat Penerimaan Pajak saja itu tumbuhnya 24,6 persen. Ini perkembangan yang menggembirakan mengingat tahun lalu kontraksi 7 persen di enam bulan pertama,” beber dia saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang disiarkan virtual, Selasa (7/6/2026).

Dalam persentase yang ditampilkan, seluruh kategori Pendapatan Negara di semester pertama 2026 ini memang merasakan pertumbuhan secara yoy.

Penerimaan Pajak misalnya, mencapai angka Rp 1.187,8 triliuh atau meningkat 24,6 persen yoy dibanding Rp 831,3 triliun pada 2025. Begitu pula Kepabeanan dan Cukai bersama realisasi Rp 152,0 triliun atau meningkat 3,4 persen yoy dibandingkan Rp 147,0 triliun di semester awal 2025.

Realisasi PNBP juga meningkat Rp 271,0 triliun atau tumbuh 21,6 persen yoy dibandingkan Rp 222,9 triliun di 2025. Penerimaan Hibah pun naik Rp 700 miliar atau 10,2 persen yoy dari Rp 600 miliar di tahun lalu.

“Jadi reformasi perpajakan dan reformasi organisasi maupun personal perpajakan telah menyerahkan hasil yang cukup menjanapabilan, sampai ke depannya akan terus membaik,” jelas Purbaya.

Rincian pendapatan dan belanja negara

Dalam paparannya, Purbaya menerangkan bila realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun. Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 1.656,0 triliun atau setara 43,1 persen dari target APBN 2026. Angka ini juga tumbuh 17,8 persen yoy dari tahun lalu.

Belanja Negara itu terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sesejumlah Rp 1.298,6 triliun yang meliputi Belanja Keaparatur negara kementerianan Lembaga (K/L) Rp 658,9 triliun dan Belanja non K/L 639,7 triliun. Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) sesejumlah Rp 357,4 triliun.

Berkat tingginya Belanja Negara ketimbang Penerimaan Negara, maka defisit APBN mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di semester pertama 2026.

Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun. Kemudian di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau 65,6% dari target APBN 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *