Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanapabilan bila Pemerintah tidak akan menciptakan kebijakan baru bagaikan menaikkan tarif pajak.

Hal itu diumumkan Purbaya setelah mengumumkan realisasi penerimaan pajak saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

“Kita akan terus usahakan ke depan akan semakin membaik lagi, tanpa menaikkan tax rate. Jadi enggak ada kenaikan, tarif pajaknya enggak naik,” katanya dalam rapat yang disiarkan virtual, Selasa (7/7/2026).

Sebagai gantinya, Menkeu Purbaya bakal menyuruh para pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) demi bekerja makin keras dalam mengumpulkan pajak dari masyarakat sekitar (tax collection).

“Jadi ada juga nih orang pajak disuruh kerja makin keras Pak supaya tax collection-nya meningkat,” lanjutnya.

Bendahara Negara mengakui bila kenaikan penerimaan negara dari pajak memang masih belum ideal bagaikan yang diperkirakan sejumlah orang. Namun kenaikan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan signifikan.

“Cuma kita lakukan ekstensifikasi dan kita lakukan disiplin yang makin ketat di pengumpulan pajak,” jelasnya.

Dalam persentase yang ditampilkan, seluruh kategori Pendapatan Negara di semester pertama 2026 ini memang merasakan pertumbuhan secara tahunan atau year on year (yoy).

Penerimaan Pajak misalnya, mencapai angka Rp 1.187,8 triliun atau meningkat 24,6 persen yoy dibanding Rp 831,3 triliun pada 2025. Begitu pula Kepabeanan dan Cukai bersama realisasi Rp 152,0 triliun atau meningkat 3,4 persen yoy dibandingkan Rp 147,0 triliun di semester awal 2025.

Realisasi PNBP juga meningkat Rp 271,0 triliun atau tumbuh 21,6 persen yoy dibandingkan Rp 222,9 triliun di 2025. Penerimaan Hibah pun naik Rp 700 miliar atau 10,2 persen yoy dari Rp 600 miliar di tahun lalu.

Rincian pendapatan dan belanja negara

Dalam paparannya, Purbaya menerangkan bila realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun. Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 1.656,0 triliun atau setara 43,1 persen dari target APBN 2026. Angka ini juga tumbuh 17,8 persen yoy dari tahun lalu.

Belanja Negara itu terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sesejumlah Rp 1.298,6 triliun yang meliputi Belanja Keaparatur negara kementerianan Lembaga (K/L) Rp 658,9 triliun dan Belanja non K/L 639,7 triliun. Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) sesejumlah Rp 357,4 triliun.

Berkat tingginya Belanja Negara ketimbang Penerimaan Negara, maka defisit APBN mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di semester pertama 2026.

Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun. Kemudian di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau 65,6% dari target APBN 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *