Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menuntaskan target penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada semester pertama 2026 sebagai bentuk komitmen mendukung aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Sejalan bersama hal itu, streamlining menjadi salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada penataan portofolio bisnis melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis non-core.

Melalui inisiatif streamlining, Telkom juga menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus realisasi belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital. Penataan portofolio dilakukan melalui berbagai skema, yakni divestasi, merger, dan likuidasi. Langkah ini diharapkan menghasilkan struktur grup yang makin ramping, menajamkan peran setiap entitas, serta memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding bersama model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang mampu menciptakan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Dalam struktur itu, Telkom sebagai HoldCo akan berfokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antarsegmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang secara terfokus pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan penyederhanaan portofolio merupakan langkah strategis demi membangun organisasi yang semakin lincah dalam menyikapi dinamika industri digital.

“Transformasi tidak cuma diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, namun juga keberanian demi menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang makin ramping, Telkom memiliki fondasi yang makin kuat demi bergerak makin agile, mengalokasikan investasi secara makin optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang makin berkualitas.”

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi strategis. Pada skema divestasi, Telkom menuntaskan pelepasan dua entitas yang ditandai bersama penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Melalui skema penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom juga menyelesaikan merger pada dua entitas guna memperkuat bisnis dan mendorong pengembangan kapabilitas. Sementara itu, melalui skema likuidasi, ada enam entitas TelkomGroup yang telah mencapai tahapan pembubaran sebagai untukan dari optimalisasi portofolio bisnis. Langkah itu dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang dan penciptaan nilai grup.

Seno mengimbuhkan, streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah demi membangun portofolio bisnis yang makin sehat dan bernilai.

“Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang makin fokus dan struktur organisasi yang makin efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang makin berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” jelas Seno.

Dalam pelaksanaannya, Telkom mengonfirmasi setiap proses streamlining dilakukan secara prudent, akuntabel, dan transparan bersama mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan strategis diambil berdasarkan kajian yang komprehensif dan berkoordinasi erat bersama para pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN, guna mengonfirmasi kepatuhan serta mendukung transformasi korporasi yang berkelanjutan.

Sejalan bersama transformasi organisasi itu, Telkom juga mengonfirmasi setiap penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab bersama tetap menghormati hak-hak pegawai yang terdampak. Seluruh proses dijalankan secara sukarela dan atas kesepakatan kedua belah pihak, salah satunya melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada 2026 ditujukan untuk level OpCo. Melalui pendekatan itu, Telkom menginginkan dapat membangun organisasi yang makin adaptif, memperkuat kapabilitas talenta digital, serta mendorong efisiensi dan produktivitas korporasi secara berkelanjutan.

Program streamlining menjadi untukan dari target jangka menengah hingga 2030 demi membangun fundamental korporasi yang semakin solid. Ke depan, Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing korporasi serta meningkatkan kualitas pada area bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan terbaik di masa mendatang.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *