Riset: 87 Juta Keluarga di Indonesia Hidup Tanpa Perlindungan Memadai

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Survei dari Prudential membeberkan bila makin dari 40 persen masyarakat sekitar Indonesia menjadikan keluarga sebagai prioritas utama dalam hidup. Responden menyebut ingin mengonfirmasi orang-orang tercinta tetap tercukupi meski mereka tiada, termasuk anak.

Namun di balik besarnya cinta itu, ada 87 juta keluarga Indonesia masih hidup tanpa perlindungan yang memadai, sebagaimana dikutip dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024 juga mencatat penetrasi asuransi nasional baru sekitar 2,8 persen yang berarti masih sejumlah keluarga Indonesia masih belum memiliki perlindungan finansial yang memadai. Kondisi ini menciptakan jutaan anak berpotensi menyikapi kerentanan ketika keluarga kehilangan pencari nafkah utama.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama membeberkan, kesenjangan tersebut menjadi pengingat penting untuk seluruh pemangku kepentingan demi semakin dekat bersama kebutuhan keluarga Indonesia.

“Anak senantiasa menjadi nomor satu di hati setiap orang tua. Di Hari Anak Nasional ini, kami ingin mengingatkan bahwa melindungi masa depan anak merupakan bentuk cinta yang perlu dipersiapkan sejak pada hari ini. Karena itu Prudential Syariah terus hadir sebagai Satu yang Melindungi untuk keluarga Indonesia,” ujar Vivin dalam siaran pers, Senin (27/7/2026).

Prudential Syariah mencatat relationship Net Promoter Score (rNPS) tertinggi di industri asuransi jiwa syariah dan menempati peringkat pertama demi preferensi merek pada 24 atribut yang diukur. Keduanya memperlihatkan hal yang sama, keluarga yang telah terlindungi bersedia merekomendasikannya kepada keluarga lain.

Tekad demi hadir untuk setiap keluarga itulah yang menciptakan Prudential Syariah mewujudkan Janji Jadi Nyata. Hal ini menjadi komitmen dari mereka yang senantiasa memprioritaskan keluarganya dan berjanji demi menciptakan impian keluarga menjadi nyata di setiap tahapan kehidupan.

“Karena pada akhirnya, mencintai anak tidak cuma tentang pada hari ini, namun juga mengonfirmasi mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang mereka impikan,” jelas dia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *