Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia. Operator seluler bagaikan Telkomsel berperan dalam pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM serta pemerataan akses layanan digital nasional.

Riset ini memakai pendekatan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap tersangka usaha demi menyaksikan keterkaitan antara perkembangan infrastruktur digital dan aktivitas sosial-ekonomi di berbagai wilayah.

Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata menyampaikan bahwa konektivitas digital pada saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi.

“Konektivitas tidak lagi cuma dipandang sebagai layanan, namun sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung bersama produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah, “ujar Yusmar Anggadinata dalam siaran pers, Selasa (26/5/2026).

Hasil analisis memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur Telkomsel memiliki keterkaitan langsung bersama peningkatan aktivitas ekonomi regional.

Setiap penambahan satu BTS berkorelasi bersama peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 76,19 miliar. Sementara peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte berkorelasi terhadap peningkatan PDRB sebesar Rp 9,44 miliar.

Kontribusi sektor ini terhadap pendapatan negara juga signifikan, bersama estimasi mencapai Rp36,97 triliun pada tahun 2024.

Kajian dari anak usaha ITB itu juga menyoroti dampak konektivitas terhadap tersangka usaha, khususnya UMKM di wilayah non-perkotaan.

Survei memperlihatkan bahwa adopsi layanan digital berkorelasi bersama peningkatan kinerja usaha, bersama rata-rata kenaikan omzet mencapai 32 persen serta tingkat kepuasan pengguna yang tinggi hingga 92 persen.

Temuan ini memperlihatkan bahwa konektivitas digital berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing tersangka usaha lokal.

Dalam aspek pemerataan, kajian ini menyoroti pentingnya Telkomsel dalam memperluas akses layanan digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal alias wilayah 3T.

Hingga tahun 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T didukung oleh kontribusi dari operator nasional melalui skema USO, yang berperan dalam mengurangi kesenjangan akses digital.

Perluasan konektivitas ini mebarangkalikan masyarakat sekitar di wilayah tersebut demi mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi yang semasih belumnya terbatas.

Kajian ini juga mencatat bahwa ekosistem Telkomsel menyerahkan dampak lanjutan terhadap penciptaan lapangan kerja. Melalui pendekatan analisis ekonomi, aktivitas sektor ini diperkirakan berkontribusi pada penciptaan makin dari 685 ribu lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Sementara itu Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Ian Josef Matheus Edward mengimbuhkan bila kajian ini menyerahkan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan demi mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *