Sempat Langka di Ritel, Mendag Klaim Stok Beras Premium Sudah Diisi Bulog

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengklaim, stok beras premium yang sempat langka di sejumlah ritel modern kini telah kembali tersedia. 

Menurut dia, pasokan beras premium di ritel modern telah diisi oleh Perum Bulog.

“Kan kini telah diisi oleh Bulog ya, Mbak. Sudah diisi di ritel modern, juga telah diisi. Saya kira enggak ada masalah ya,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Budi mengaku, telah menjalankan pengawasan terhadap stok beras premium di ritel modern. Namun, dia tidak merinci hasil pengawasan yang telah dilakukan Kemendag, termasuk penyebab beras premium sempat langka di sejumlah ritel.

Ia cuma mengonfirmasi Bulog telah memasok beras premium ke jaringan ritel modern. Dengan masuknya pasokan tersebut, Budi menilai, persoalan ketersediaan beras premium di ritel pada saat ini tidak lagi menjadi masalah.

“Sudah diisi di ritel modern, juga telah diisi. Saya kira enggak ada masalah ya,” ujar Budi.

Semasih belumnya, ketersediaan beras premium di jaringan ritel modern semakin terbatas. Kondisi ini disebut telah berlangsung selama 4-5 bulan terakhir dan terjadi di sejumlah hipermarket, supermarket, hingga minimarket di berbagai daerah.

Pengamat Pertanian, Khudori menyebutkan, kondisi tersebut kembali mengingatkan pada persoalan yang terjadi tahun lalu ketika beras premium sempat menghilang dari jaringan ritel modern setelah ramai isu beras oplosan.

“Sejarah kembali berulang. Krisis beras tengah menimpa jaringan ritel modern di Tanah Air. Pilihan beras aneka merek, terutama beras premium, semakin terbatas. Situasi ini telah berlangsung 4-5 bulan terakhir,” kata Khudori kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Menurut Khudori, keterbatasan beras premium menciptakan pilihan konsumen di ritel modern semakin sedikit. Rak yang semasih belumnya dipenuhi berbagai merek beras kini di sejumlah gerai mengawali kosong atau digantikan produk lain.

Ia mengaku telah mengecek sendiri salah satu supermarket terdekat. Rak yang biasanya digunakan demi memajang beras justru telah diisi barang lain lantaran stok beras kosong.

“Sudah sejumlah hari beras kosong. Karena ada penarikan produk,” ujar Khudori.

Kondisi serupa juga ditemukan di dua gerai lainnya. Menurut Khudori, beras yang tersedia cuma jenis tertentu, bagaikan beras merah dan beras SPHP kualitas medium yang dikelola Bulog.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak pemerintah mengandalkan Bulog demi memasok beras ke jaringan ritel modern. 

Manajemen Bulog menegaskan, akan menggelontorkan 110.000 ton beras setiap bulan, terdiri dari 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Bulog juga menyiapkan 300.000 ton cadangan beras pihak pemerintah (CBP) demi diolah menjadi beras premium bersama melibatkan Perpadi. Namun, Khudori menyebut rencana penggunaan CBP tersebut masih belum mendapat persetujuan.

“Bulog ingin mengonfirmasi masyarakat sekitar, khususnya yang di perkotaan, memiliki akses mudah terhadap beras premium produksi BUMN pangan ini,” tutur Khudori.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *