MediaMerdeka.com – Yel-yel penuh semangat menggema saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tiba di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Keduanya hadir bersama para orang tua siswa memenuhi undangan acara open house. Sontak, kehadiran dua tokoh nasional ini menciptakan pasukan siswa yang berseragam PDL hijau army kian bersemangat bersama yel-yel menggelegar.
“Aku anak hebat Sekolah Rakyat, setiap hari rajin ibadah, maju berprestasi, semangat belajar, jadi juara. SRMA 10 Jakarta, satu hati satu jiwa!”
Sambutan meriah ini menciptakan Gus Ipul dan Pramono tersenyum bangga. Tak berhenti bersama yel-yel saja, para siswa melanjutkan penampilannya bersama atraksi baris variasi mengenakan seragam pesiar merah marun, tarian, dan unjuk bakat lainnya, penuh percaya diri.
Semasih belum memasuki aula, Pramono berdialog singkat bersama Muhammad Sesa, salah seorang siswa yang ikut dalam atraksi baris variasi.
“Semasih belumnya sekolah di mana?” tanya Pramono.
“Saya putus sekolah, Pak,” jawab Sesa.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya, Sesa menyebutkan dirinya amat senang lantaran akhirnya dapat bersekolah lagi. Pramono pun tersenyum mendengar jawaban Sesa.
“Wajahmu penuh harapan. Yang rajin ya sekolahnya,” pesannya.
Tak cuma penyambutan, panggung acara Open House juga menjadi milik para siswa. Dua siswa SRMA 10 Jakarta, yakni Jasmia Kusuma Dewi dan Naira Intan Safitri memandu acara. Berbagai penampilan siswa lalu ditampilkan, mengawali dari tari Gadis Bersolek Betawi, karate, pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, paduan suara, hingga pembacaan puisi.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menerangkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan untukan dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto demi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan bersama program strategis bapak kepala negara. Kolaborasi bersama Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya makin layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya makin mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi,’ ujarnya..
Ia menerangkan lulusan Sekolah Rakyat nantinya memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai minat dan bakatnya.
“Siapa tahu sejumlah puluh tahun ke depan Presiden Indonesia merupakan lulusan Sekolah Rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta.
Saat ini Sekolah Rakyat telah menjangkau makin dari 15 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia. Tahun ajaran 2026/2027 jumlah tersebut akan bertambah makin dari 32 ribu siswa berakibat totalnya mencapai sekitar 45 ribu siswa.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

