MediaMerdeka.com – CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyebut, PT Danantara Sumberdaya Indonesia tidak langsung menjadi makelar ekspor komoditas terhadap korporasi swasta.
BUMN khusus ekspor ini akan termakin dahulu menjalankan pencatatan terhadap korporasi-perusahan yang menjalankan ekspor komoditas.
Rosan menerangkan, hingga akhir pada tahun ini Danantara Sumberdaya Indonesia mengoleksi data-data ekspor korporasi komoditas. Kemudian, akan mencocokan apakah harga yang ditawarkan sesuai harga pasar atau tidak.
“Jadi kita mengawali pada bulan Juni ini sampai bersama Desember, kami wajib senantiasa menyampaikan bahwa seluruh transaksi ekspor, sifatnya cuma pelaporan termakin dahulu, pelaporan termakin dahulu Q-to-Q secara komperhensif kepada kami,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Rosan, upaya ini demi mengurani praktik curang yang dilakukan eksportir, di mana menaikkan nilai ekspor atau under-invoicing maupun transfer pricing.
“Dalam waktu yang sekian lama kita lihat dari data yang disampaikan oleh Bapak Presiden dan world bank, begitu tingginya under-invoicing dan transfer pricing terhadap komoditas kita,” ucapnya.
Rosan menjamin, kehadiran BUMN ekspor ini juga menciptakan transparansi dalam nilai ekspor hingga penerimaan devisa negara dari eskpor.
“Jadi justru keberadaan kami ini, ini mengangkut keterbukaan terhadap seluruh pihak secara lurus baik dari segi pembeli, penjual, sesuai bersama harga pasar yang ada,” bebernya.
BPI Danantara) akhirnya membangun BUMN baru demi menampung ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). BUMN itu bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Danantara Sumberdaya Indonesia akan bagaikan makelar di mana akan menjual komoditas SDA dari korporasi-korporasi yang beroperasi di Indonesia. Dengan kata lain, korporasi ke depan tidak dapat ekspor sendiri, tapi wajib melalui DSI
Adapun, komoditas SDA yang ditampung DSI diantaranya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy).
“Dalam rangka kita menyempurnakan, memperbaiki baik secara terbuka, bersama menjunjung good governance yang tinggi, kita mengawali pada bulan Juni ini,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

