413 Siswa, Guru, dan Karyawan SMK Negeri di Yogyakarta Keluhkan Mual-Diare Usai Santap MBG

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sesejumlah 413 siswa, guru, dan pegawai SMK Negeri 2 Yogyakarta dilaporkan merasakan mual, pusing, hingga diare diduga setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).

Sekolah lalu menghentikan sementara penerimaan MBG pada Jumat (18/9/2026) sembari menunggu proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Raden Suci Rohmadi, menyebutkan paket MBG tersebut diterima sekolah dalam dua sesi.

Sesejumlah makin kurang 1.952 porsi dikirim dari SPPG Caturtunggal Depok Sleman 03 dan didistribusikan kepada murid, guru, serta pegawai.

“Terdata, hasil dari penyebaran angket tersebut terdata 413 orang merasakan mual, pusing, ataupun diare terdiri dari guru, pegawai, dan murid,” kata Suci saat dihubungi Jumat sore.

Disampaikan Suci, seluruh penerima manfaat telah diwajibkan mengonsumsi menu MBG semasih belum pukul 10.00 WIB pada Rabu pada hari semasih belumnya.

Saat siswa pulang sekolah, masih belum ada kejadian atau keluhan yang dilaporkan, namun sejumlah penerima mengawali merasakan gangguan kesehatan pada malam harinya.

“Kemudian pada malam hari, sejumlah murid maupun guru dan pegawai merasakan perut mual, pusing, dan gangguan pencernaan atau diare,” ujarnya.

Keluhan kembali ditemukan pada Kamis (17/9/2026) pagi. Sejumlah siswa, guru, dan pegawai merasakan gejala serupa berakibat pihak sekolah menjalankan pendataan melalui angket demi mengetahui jumlah penerima yang merasakan keluhan.

Suci menyebutkan data 413 orang tersebut merupakan hasil pendataan mandiri sekolah dan masih belum dirinci berdasarkan jumlah siswa, guru, maupun pegawai.

Menindaklanjuti sejumlahnya keluhan, sekolah berkoordinasi bersama pihak SPPG sekitar pukul 08.30 WIB pada Kamis. Dalam koordinasi tersebut diputuskan demi menahan paket MBG yang masih belum didistribusikan pada hari itu.

Pihak SPPG lalu kembali ke dapur demi menjalankan koordinasi dan investigasi internal. Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak SPPG bersama mitra dapur kembali ke sekolah demi menjalankan koordinasi lanjutan.

Dari investigasi internal tersebut muncul dugaan sementara bahwa olahan ayam gongso dalam menu MBG tidak matang sempurna. Namun, dugaan tersebut masih belum dapat ditentukan lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Nah itu dari olahan ayam gongso yang tidak matang sempurna gitu. Mungkin lantaran jumlahnya wajib cukup besar, lalu kematangannya masih belum sempurna gitu. Itu dugaan sementara,” ungkapnya.

Hingga pada saat ini, Suci menyebutkan masih belum menyambut baik laporan serupa dari sekolah lain yang mendapat layanan SPPG Caturtunggal Depok Sleman 03.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *