Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) justru tidak merasa senangan bersama penerapan skema potongan 8 persen. Mereka menilai kebijakan itu dapat mengurangi pendapatan.

Kekhawatiran itu muncul lantaran mekanisme baru dinilai berpotensi menghasilkan potongan yang makin besar dibanding skema semasih belumnya.

Salah seorang pengemudi Grab, Refli (27), mengaku awalnya menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengira potongan 8 persen akan diterapkan pada layanan reguler yang selama ini memiliki potongan makin besar. 

Namun setelah mengetahui aturan itu berlaku demi layanan murah bernama GrabHemat, ia mengawali merasa khawatir.

“Awalnya sih saya jujur ya, senang gitu. Karena kan saya kira yang 8 persen itu buat yang standar. Ternyata malah buat yang hemat (untuk hasil),” ujar Refli di Jakarta, Selasa (1/7/2026).

Menurut Refli, selama ini potongan pada layanan reguler dapat mencapai 20 hingga 30 persen. Sementara GrabHemat umumnya cuma dikenai potongan sekitar 5 hingga 10 persen.

Meski demikian, bersama skema untuk hasil yang baru, ia memperkirakan total potongan yang dibebankan justru dapat makin besar.

“Yang saya takutin malah makin gede dari yang biasanya,” ujarnya.

Ia menyebutkan seuntukan besar order yang diterimanya berasal dari GrabHemat. Dalam sehari, pendapatan kotornya rata-rata mencapai Rp300 ribu.

Dari jumlah itu, ia masih wajib mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp110 ribu demi sewa motor listrik, baterai, dan kebutuhan makan.

Refli menginginkan aplikator menyerahkan penjelasan yang makin rinci mengenai mekanisme perhitungan potongan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan mitra pengemudi.

“Kalau menurut saya sih makin transparan aja ya. Kayak misalnya yang 8 persen ini kan enggak dikabarin tuh gimana-gimananya, apa yang berubah gitu. Ternyata tahu-tahu jebret, yang di hemat. Kirain yang saya kira di standar,” ucapnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan pengemudi lain, Saripudin Asra (51). Pada hari pertama penerapan aturan baru, ia mengaku telah merasakan penurunan pendapatan dari sejumlah order GrabHemat yang diterimanya.

“Baru berjalan satu hari, saya ngerasain kayaknya terpuruk,” kata Saripudin.

Ia menuturkan selama ini pendapatan hariannya berkisar Rp150 ribu. Dengan skema baru, ia khawatir penghasilannya semakin berkurang setelah potongan dihitung secara akumulatif pada akhir hari.

“Kalau menurut saya, saya terpuruk,” ujarnya.

Meski demikian, Saripudin mengaku masih menunggu hasil perhitungan potongan pada malam hari demi mengetahui dampak sebenarnya dari kebijakan tersebut. Ia menginginkan skema baru dapat dievaluasi apabila terbukti mengurangi pendapatan para mitra pengemudi.

“Mudah-mudahan sih cuman 3 bulan doang, barangkali ada perubahan lagi,” pungkas Saripudin.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *