MediaMerdeka.com – Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, telah mencapai 90 persen. Sekolah gratis untuk kalangan anak dari keluarga kurang mampu ini ditargetkan mengawali beroperasi pada 14 Juli 2026.
“Alhamdulillah, telah 90 persen makin, kita bersyukur SD, SMP, SMA telah tinggal 10 persen. Itu artinya, pembukaan mengawali 14 Juli masa penerimaan siswa telah dapat dilakukan, berakibat tahun ajaran pada tahun ini telah mengawali dapat dilaksanakan,” kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar usai meninjau pembangunan sekolah di Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).
Turut mendampingi dalam peninjauan itu, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.
Sekolah Rakyat Sukoharjo berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare. Sekolah ini memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA.
Rinciannya, 18 rombel SD bersama kapasitas 540 siswa, sembilan rombel SMP berkapasitas 270 siswa, serta sembilan rombel SMA berkapasitas 270 siswa.
Dalam kesempatan ini, Muhaimin Iskandar, Agus Jabo, dan rombongan meninjau sarana dan prasarana di gedung SMA yang memiliki dua lantai dan telah hampir rampung. Peninjauan dimengawali dari ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga laboratorium.
Sejumlah fasilitas penunjang, bagaikan kursi, meja, dan kipas angin mengawali dirakit serta ditata di setiap ruangan. Muhaimin Iskandar menegaskan fasilitas maupun gedung di Sekolah Rakyat Sukoharjo amat baik dan mendukung proses pembelajaran siswa.
“Sangat bagus, amat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari Desil 1, yang diprioritaskan bersekolah di sini merupakan yang teramat miskin,” ujarnya.
Muhaimin Iskandar menginginkan seluruh pihak, terutama Keaparatur negara kementerianan Sosial dan pihak pemerintah daerah, terus bersinergi berakibat gedung beserta seluruh fasilitas di dalamnya dapat terjaga bersama baik.
“Karena itu, yang teramat penting merupakan bagaimana agar maintenance, perawatannya yang wajib betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pihak pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik pihak pemerintah daerah,” tegas Muhaimin Iskandar.
Adapun sarana dan prasarana di Sekolah Rakyat Sukoharjo meliputi ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium fisika, asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, ruang guru, masjid, kantin, dapur, ruang makan, amfiteater, lapangan basket, lapangan mini soccer, serta gedung serbaguna.
Wamensos Agus Jabo mengimbuhkan proses penjangkauan murid, khususnya jenjang SD, masih terus dilakukan.
“Kita akan coba terus supaya nanti dapat memenuhi kuota. Karena orang tua kan masih susah ya, (jenjang) SD melepaskan anaknya demi di-boarding (asrama), masih susah,” ungkap Agus Jabo.
Agus Jabo menerangkan para orang tua nantinya dapat menjenguk anaknya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Bahkan, pihak pemerintah telah menyiapkan guest house demi menampung orang tua yang berkunjung.
“Kita sedang berusaha demi menyerahkan pengertian supaya anaknya dapat sekolah, orang tuanya setuju. Dan mereka sewaktu-waktu dapat menjenguk,” jelas Agus Jabo.
“Sewaktu-waktu bila orang tua ini kangen sama anaknya, mau datang, silakan. Sudah disiapkan guest house. Jadi seluruhnya telah kita siapkan bersama Keaparatur negara kementerianan PU,” sambungnya.
Turut hadir dalam peninjauan itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Keaparatur negara kementerianan PU Dendy Kurniadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati, serta Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta Wahyu Dewanto.
Hadir pula Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta Septhina Shinta Sari dan Kepala Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta Subkhi Widyatmoko.***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

