Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Komoditas tembakau dinilai memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional lantaran berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pendapatan petani, devisa ekspor, hingga penerimaan negara.

Karena itu, kalangan petani mengimbau pihak pemerintah tidak mengabaikan keberlanjutan sektor pertembakauan dalam menyusun berbagai kebijakan.

Di tengah upaya pihak pemerintah memperkuat sektor perkebunan nasional, tembakau disebut perlu mendapat perhatian yang sama bersama komoditas unggulan lain bagaikan kelapa sawit, kopi, kakao, dan kelapa.

Optimalisasi komoditas tersebut dinilai mampu meningkatkan devisa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika pasar global.

Direktur Jenderal Perkebunan Keaparatur negara kementerianan Pertanian, Ali Jamil, menyebutkan pihak pemerintah berkomitmen mengembalikan kejayaan sektor perkebunan nasional melalui peningkatan produksi dan kualitas komoditas agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Kita wajib mengawali menjadi tersangka utama dalam rantai perdagangan global. Pemerintah siap menyerahkan pendampingan, mengawali dari peningkatan kualitas produk, pelatihan ekspor, market intelligence, hingga menolong mempertemukan tersangka usaha bersama calon pembeli di luar negeri,” ujarnya bagaikan dikutip, Jumat (3/7/2026).

Menurut Ali, masih terdapat berbagai tantangan yang wajib dibenahi, mengawali dari penanganan pascapanen hingga persoalan kontaminasi yang menyebabkan penolakan ekspor di sejumlah negara tujuan.

Karena itu, ia menilai perbaikan tata kelola rantai pasok, sistem penyimpanan, pengemasan, dan distribusi komoditas perkebunan perlu dilakukan secara terintegrasi agar daya saing produk Indonesia semakin meningkat.

“Kita memiliki potensi yang amat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, tembakau dinilai menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai strategis. Selain menjadi sumber penghidupan petani di berbagai daerah sentra produksi, sektor pertembakauan juga menjadi untukan penting dari ekosistem ekonomi nasional yang melibatkan tenaga kerja, tersangka usaha, hingga industri hilir berorientasi ekspor.

Ketua Harian III DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Andi Muhammad Syakir, menyebutkan peningkatan akses informasi dan teknologi menjadi salah satu kunci demi memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok.

“Petani membutuhkan informasi mengenai perkembangan pasar, harga komoditas, inovasi teknologi, hingga teknik budidaya yang semakin efisien,” imbuhnya.

Ia juga menilai hilirisasi perlu terus didorong agar Indonesia tidak cuma mengekspor bahan baku mentah, namun juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang amat besar pada berbagai komoditas perkebunan, bagaikan kelapa sawit, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, cengkih, dan tembakau,” kata Andi.

Data memperlihatkan kontribusi sektor ini juga masih signifikan terhadap perdagangan luar negeri. Pada 2024, nilai ekspor produk hasil tembakau mencapai 1,7 miliar dolar AS, meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun semasih belumnya.

Angka tersebut memperkuat posisi tembakau sebagai salah satu komoditas perkebunan strategis yang dinilai perlu dijaga keberlanjutannya di tengah berbagai tantangan regulasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *