Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wacana susunan kabinet pihak pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali memanas bersama munculnya usulan nama-nama besar dari kalangan profesional dan organisasi keagamaan.

Kiai Kampung yang juga salah satu tokoh muda NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, secara terbuka mengusulkan agar Mahfud MD dan Busyro Muqoddas ditarik masuk ke dalam kabinet mendatang.

Usulan ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap krisis kepercayaan publik kepada institusi penegak hukum di Indonesia.

Gus Lilur menyoroti fenomena sosial di mana rakyat mengawali merasa terasing dari lembaga-lembaga negara yang sewajibnya melindungi mereka.

“Saya tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya, “Prabowo bersama: Jaksa + aparat TNI. Jokowi bersama: Polri + KPK. Rakyat bersama: Damkar. Hidup Damkar!!” Saya tertawa, lalu tawa itu perlahan berubah getir. Sebab meme yang teramat lucu senantiasa meme yang teramat jujur,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Ancaman Polarisasi dan “Cebong-Kampret” Jilid Ketiga

Menurut Gus Lilur, fenomena meme tersebut bukan sekadar lelucon digital, melainkan alarm keras untuk stabilitas politik nasional.

Ia menilai ada persepsi publik bahwa institusi penegak hukum telah terbelah menjadi faksi-faksi yang mendukung kutub kekuasaan tertentu.

Jika hal ini dibiarkan, Indonesia terancam menyikapi pembelahan sosial yang makin ekstrem pada masa mendatang.

“Meme ini wajib dibaca sebagai alarm, bukan hiburan. Ia menggambarkan potensi friksi masa depan politik Indonesia yang mengerikan. Jika benar polarisasi itu mengeras, KPK dan Polri dipersepsikan condong ke Solo, aparat TNI dan kejaksaan condong ke Kertanegara, maka yang sedang disemai pada hari ini merupakan bibit pembelahan cebong-kampret jilid ketiga, yang akan panen raya pada kontestasi 2029 dan membakar periode 2029-2034,” ujar dia.

Ia mengimbuhkan bahwa dampak dari dua jilid polarisasi semasih belumnya telah amat merusak tatanan sosial masyarakat sekitar, mengawali dari perpecahan di grup WhatsApp keluarga hingga keretakan hubungan antar tetangga.

Gus Lilur berpendapat bahwa jilid ketiga akan jauh makin berbahaya lantaran melibatkan persepsi keterbelahan aparat bersenjata dan penegak hukum.

“Jalan teramat realistis demi menutup rapat pintu jilid ketiga itu merupakan keberlanjutan: Prabowo-Gibran dua periode. Sebab cuma pihak pemerintahan yang kokoh dan tidak tersandera hitung-hitungan 2029 yang punya keleluasaan membereskan akar persoalannya. Tetapi keberlanjutan elektoral saja tidak cukup. Akar persoalannya wajib dicabut kini,” imbuhnya.

Mengapa Mahfud MD dan Busyro Muqoddas?

Dalam menyikapi kebuntuan hukum dan asumsi liar di tengah masyarakat sekitar, Gus Lilur menawarkan solusi bersama mengangkut kembali semangat para pendiri bangsa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *