Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Tri Murniyati tak sanggup menahan air matanya, bukan lantaran sedih, melainkan perasaan bahagia dan bersyukur anaknya, Muhammad Daud masuk Sekolah Rakyat.

Dengan suara bergetar, Tri membeberkan berkat adanya Sekolah Rakyat, kini anaknya kembali mempunyai harapan demi menggapai cita-citanya.

“Kagem (kepada) bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih sejumlah telah menyediakan gedung (Sekolah Rakyat), demi pendidikan kalangan anak kami yang kurang mampu, kami dapat meraih cita-cita melalui kalangan anak kami,” kata Tri.

Hal tersebut disampaikan saat berdialog bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jum’at (31/7/2026).

Tri merupakan seorang wanita tangguh, orang tua tunggal bersama tanggungan 5 orang anggota keluarga. Sehari-hari dia bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya perbulan tidak besar, cuma berkisar Rp700 ribu.

Dengan penghasilan tersebut, Tri kesulitan demi membiayai sekolah kalangan anaknya, namun Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban. Kini salah seorang anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Karena kalangan anak saya ingin sekali maju, ingin sekali menjadi kalangan anak yang membanggakan orang tua. Buat saya, ini merupakan kesempatan demi kami dapat mendidik kalangan anak menjadi makin baik lagi,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Rasa syukur dan bahagia tidak cuma dirasakan Tri Murniyati, namun juga oleh para orang tua siswa Sekolah Rakyat lainnya, bagaikan Turmudi yang merupakan orang tua dari Syekh Mufti.

Turmudi bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya tak menentu, terkadang cuma dapat Rp50 ribu per hari ketika ada lahan yang sedang digarap. Baginya, Sekolah Rakyat amat menolong meringankan ekonomi keluarga, lantaran anak pertamanya dapat melanjutkan pendidikan secara gratis dan berkualitas.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya merasa senang, saya rakyat kecil, dibantu sama Bapak Presiden Prabowo, semoga lancar dan kalangan anak saya jadi pintar,” kata Turmudi haru.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto demi memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan.

“Maka negara lalu menjemput, menjemput kalangan anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah demi disekolahkan di Sekolah Rakyat,” kata Agus Jabo.

Keluarga Ibu Tri dan Bapak Turmudi merupakan dua dari sejumlahnya keluarga yang kesulitan demi menyekolahkan kalangan anaknya.

“Ada 4,1 juta anak Indonesia yang masih belum sekolah, tidak sekolah, dan putus sekolah lantaran faktor ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo mengimbuhkan Gedung Sekolah Rakyat permanen semasih belumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat sejumlahnya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat.

“Pak Presiden pada hari semasih belumnya perintahnya merupakan setiap sekolah wajib dapat menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah wajib dapat menampung minimal dua ribu siswa, lantaran saking sejumlahnya kalangan anak kita yang tidak sekolah,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan aparatur negara terkait lainnya.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *