Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah, mengawali dari Jakarta, Banten, Lampung hingga Jawa Barat, pada Senin (7/9/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan abu vulkanik tersebut berdasarkan citra sebaran yang dirilis melalui akun Instagram resminya pada Senin pukul 04.00 WIB.

Dari hasil pemantauan, abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak bersama pola sebaran berbeda pada dua lapisan ketinggian.

Pada lapisan rendah, dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu vulkanik bergerak ke arah tenggara-barat laut.

Sebarannya mencakup seuntukan wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

BMKG menyebut sebaran abu pada lapisan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah yang terdampak.

Sementara pada lapisan tinggi, dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer, abu vulkanik bergerak ke arah barat daya-barat.

Sebaran pada lapisan ini mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung dan Banten.

Pada ketinggian tersebut, dampak sebaran abu terutama berkaitan bersama penerbangan lantaran berada pada jalur lintasan pesawat udara.

Prakiraan Sebaran Abu

BMKG juga mengeluarkan prakiraan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau demi wilayah Flight Information Region (FIR) Jakarta (WIIF) yang berlaku pada pukul 03.30 hingga 06.30 WIB.

Dalam prakiraan tersebut, BMKG memperkirakan intensitas abu vulkanik tidak merasakan perubahan signifikan dibandingkan pengamatan semasih belumnya.

BMKG menyerahkan status “No Change (NC)” demi kondisi tersebut.

Status itu memperlihatkan masih belum terdapat perubahan signifikan pada luas maupun intensitas sebaran abu dibandingkan periode semasih belumnya.

Untuk lapisan sebaran hingga ketinggian 15.000 kaki, abu vulkanik diprakirakan bergerak ke arah barat bersama kecepatan sekitar 5 knot atau sekitar 9 kilometer per jam.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi seuntukan Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bersama mempertimbangkan kondisi atmosfer dan arah pergerakannya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *