MediaMerdeka.com – Operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terhadap ratusan penumpang serta kru Kapal Virgo Transport 8 yang merasakan insiden nahas di perairan Laut Jawa terus diintensifkan. Tim SAR gabungan mengerahkan segala sumber daya yang tersedia guna mengonfirmasi seluruh manifes pihak korban yang berjumlah 243 orang dapat dalam waktu dekat ditemukan dan dievakuasi ke daratan.
Merespons urgensi di lapangan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya aparat TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa strategi penyelamatan tidak cuma mengandalkan armada laut yang menyisir gelombang. Pemantauan visual dan evakuasi dari jalur udara telah diaktivasi secara maksimal.
“Operasi ini juga melibatkan unsur SAR udara, di mana Basarnas mengoperasikan sejak ada kejadian tadi pagi,” kata Syafii, kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
Pengerahan alutsista udara ini dikoordinasikan secara lintas instansi. Basarnas memberangkatkan satu unit pesawat dari Skadron 400 aparat TNI AL yang berbasis di Surabaya. Kekuatan pemantauan udara ini lalu dipertebal oleh armada bantuan dari kepihak kepolisianan dan armada militer angkatan laut.
“Kemudian didukung satu pesawat helikopter milik Polri. Kemudian didukung oleh pesawat dari aparat TNI AL jenis CN-235,” ucap Syafii.
Bahkan, pihak pemerintah mengambil langkah cepat bersama mengalihkan armada udara penanganan bencana alam yang sedang bertugas guna menolong proses pencarian pihak korban di tengah lautan lepas.
“Dan mengawali tadi siang kita diperbantu satu pesawat yang sedang melaksanakan karhutla, yakni pesawat Karavan dari BNPB,” tambahnya.
Data Evakuasi dan Distribusi Penumpang di Kapal Penyelamat
Hingga pada saat ini, laporan sementara mencatat adanya enam pihak korban jiwa dalam tragedi pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin tersebut. Pemindahan para pihak korban dari perairan dikoordinasikan memakai empat armada kapal niaga dan penyelamat yang kebetulan melintas atau ditugaskan di sekitar zona insiden.
Salah satu armada perbantuan, yakni TB Mauhau 9, dilaporkan telah mengevakuasi 16 pihak korban. Dari jumlah tersebut, 14 orang sukses diselamatkan, satu penumpang merasakan cedera berat, dan satu orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Kemudian yang kedua, TB TCP mengevakuasi enam pihak korban. satu orang selamat dan lima orang dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Sementara itu, armada lainnya yakni MV Haida sukses mengangkat 69 orang dalam keadaan selamat. Di titik lain, KM Cahaya Bahari juga berkontribusi mengevakuasi 22 orang penumpang yang sukses bertahan hidup dari amukan gelombang.
Seluruh kapal perbantuan tersebut pada saat ini langsung diarahkan menuju fasilitas pelabuhan terdekat guna menyerahkan perawatan medis lanjutan untuk para penyintas.
“Beberapa kapal sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan yang ada di Banjarmasin ini, dan diperkirakan kapal pertama merupakan MV Haida mengangkut 69 orang,“ tandasnya.
Konfirmasi Terbaliknya Kapal Berusia 39 Tahun
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

