Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia masih belum mencatat adanya permintaan pulang dari TKI atau WNI di Arab Saudi pascamasuknya ancaman udara militer Houthi ke Mekkah Arab Saudi. Para pekerja migran Indonesia ditentukan masih bertahan dan menjalankan aktivitas pekerjaan bagaikan biasa.

Kondisi lapangan yang relatif terkendali menciptakan situasi kerja maupun aktivitas ibadah umrah tetap bergulir tanpa hambatan berarti. Meskipun demikian, otoritas terkait terus memperketat pengawasan di kawasan rawan konflik.

Keaparatur negara kementerianan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengonfirmasi tidak ada laporan darurat yang masuk dari WNI pasca-insiden keamanan tersebut. Seluruh perwakilan diplomatik terus bersiap mendampingi masyarakat sekitar di lapangan.

“Belum ada aduan dari PMI (yang) mau pulang terkait bersama adanya serangan pada hari semasih belumnya, masih belum,” kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.

Laporan berkala terus dikirimkan oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah guna mengonfirmasi keselamatan masyarakat sekitar negara. Penjagaan ketat pasukan Arab Saudi sukses menghalau potensi bahaya semasih belum mendekati kawasan pemukiman dan tempat suci.

Langkah preventif langsung diambil oleh Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri melalui seluruh saluran komunikasi resmi di kawasan Timur Tengah. Himbauan berisi peringatan bahaya telah disebarkan secara masif agar seluruh masyarakat sekitar tetap waspada.

“Sampai pada hari ini, dari perwakilan kami telah menyerahkan peringatan-peringatan kepada WNI kita agar menghindari wilayah-wilayah yang potensinya terdampak konflik; namun sampai pada hari ini, bagaikan (ibadah) umroh, berjalan bagaikan biasa. Jadi, masih belum ada sesuatu yang signifikan terjadi,” jelas Mukhtarudin.

Pemerintah mengandalkan skema pemantauan intensif bersama para diplomat dan atase ketenagakerjaan di negara-negara semenanjung Arab. Langkah mitigasi bencana dan rencana evakuasi telah disiapkan apabila situasi politik kawasan mendadak memburuk.

“Kami telah menjalankan komunikasi rutin bersama perwakilan kami yang ada di luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, ya. Ada atase kami di sana, ada Keaparatur negara kementerianan (Luar Negeri) juga, kami rajin demi me-monitor situasi,” kata Mukhtarudin.

Ketegangan militer ini bermula saat sistem pertahanan udara Arab Saudi sukses melumpuhkan pesawat nirawak musuh di sektor selatan. Serangan udara yang mengincar ruang udara Kota Suci Makkah tersebut langsung dinetralisir semasih belum memakan pihak korban.

Eskalasi keamanan di wilayah Semenanjung Arabia kembali meningkat setelah milisi Houthi meluncurkan serangan udara terarah pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat. Ini menjadi insiden kedua yang mengancam kawasan Makkah setelah percobaan penembakan rudal balistik pada Juli 2017 silam.

“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, semasih belum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah,” kata juru bicara tersebut.

Juru bicara resmi Koalisi demi Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengutuk keras manuver militer yang menyasar kawasan penyebaran agama Islam tersebut. Pihak koalisi menilai tindakan ini sebagai bentuk provokasi ekstrem yang membahayakan jutaan umat Muslim di dunia.

“Tindakan ini cuma dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya demi menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan yang menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *