Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Pasokan Minyak Global di Ujung Tanduk!

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Houthi menegaskan telah menyerang sejumlah situs “sensitif” di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, memakai rudal dan pesawat tak berawak (drone) pada hari Sabtu. Serangan ini memicu kobaran api dan kepulan asap hitam tebal di sekitar bandara utama kota tersebut.

Berdasarkan rekaman video dan foto jurnalis Reuters dan jaringan lainnya, pilar asap hitam terlihat membubung tinggi bersama latar jalan raya bandara, gedung terminal utama, serta fasilitas lainnya. Pada salah satu titik, kobaran api tampak membesar dari area yang diidentifikasi sebagai tangki bahan bakar.

Serangan ini tercatat sebagai gempuran pertama yang dilaporkan langsung menargetkan Riyadh sejak kelompok Houthi mengeskalasi serangan mereka terhadap Arab Saudi pada bulan Juli lalu.

Meski tidak merinci target spesifik di Riyadh, Houthi mengonfirmasi bahwa mereka juga menyerang fasilitas minyak Aramco di kota pesisir Laut Merah, Yanbu, sebagai balasan atas serangan yang semasih belumnya menimpa ibu kota Yaman, Sanaa.

Merespons agresi tersebut, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udaranya sukses menghancurkan rudal yang diarahkan Houthi ke Riyadh pada Sabtu dini hari. Koalisi juga sukses mengtidak berhasilkan serangkaian serangan yang menyasar masyarakat sekitar sipil di wilayah Bish dan Farasan (barat daya), Taif (barat), serta fasilitas di Yanbu.

Peringatan Dini dan Dampak Geopolitik

Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi semasih belumnya sempat mengirimkan peringatan bahaya ancaman udara melalui telepon seluler kepada masyarakat sekitar di Riyadh dan kota Al-Kharj, semasih belum mencabut status siaga pada Sabtu pagi. Rentetan suara ledakan dilaporkan terdengar jelas di kawasan Olaya, Riyadh, sesaat semasih belum pengumuman aman dirilis.

Pertempuran antara Houthi dan Arab Saudi ini merupakan front konflik baru yang lahir dari eskalasi perang yang makin luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semenjak akhir Februari.

Meningkatnya intensitas serangan Houthi yang menargetkan kota-kota, infrastruktur energi, dan lalu lintas pelayaran ini menciptakan ancaman serius untuk pasokan minyak global. Rute alternatif Laut Merah demi ekspor negara-negara Teluk kini berada dalam bahaya, termakin saat Selat Hormuz masih berstatus diblokade.

Menyusul situasi keamanan yang memburuk, Departemen Luar Negeri AS dalam waktu dekat menerbitkan peringatan keamanan untuk masyarakat sekitarnya. AS mendesak seluruh masyarakat sekitarnya di kawasan Timur Tengah demi meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi, dan mengimbau masyarakat sekitar AS di luar kawasan tersebut agar mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan mereka ke Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menepis permintaan Arab Saudi demi menjalankan intervensi militer langsung dari AS terhadap kelompok Houthi.

Respon Komunitas Internasional

Konflik yang terus memanas di Semenanjung Arab ini memicu berbagai reaksi dari komunitas global:

  1. Turki Tawarkan Bantuan: Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menegaskan kesiapan negaranya demi menolong kebutuhan militer dan teknis Arab Saudi. Bantuan ini dilandasi oleh pakta pertahanan trilateral antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi yang ditandatangani bulan lalu, di mana serangan bersenjata terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
  2. Syarat Negosiasi Iran: Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Teheran menginginkan perang antara Saudi dan Houthi dalam waktu dekat berakhir. Melalui mediator Qatar dan Pakistan, Iran telah menyampaikan syarat demi kembali bernegosiasi bersama AS—salah satunya merupakan penghentian perang di seluruh front—dan kini tengah menunggu respons dari pihak pemerintahan Trump.
  3. Kecaman Dewan Keamanan PBB: Melalui pernyataan resminya pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB mengecam sekeras-kerasnya serangan berkelanjutan Houthi ke wilayah Arab Saudi. PBB menyoroti dampak serangan terhadap infrastruktur sipil dan energi yang telah mengakibatkan jatuhnya pihak korban luka, termasuk wanita dan kalangan anak, sekaligus mengutuk eskalasi militer Houthi di Yaman.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *