MediaMerdeka.com – Polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan setelah konten kreator Siskaeee alias Fransiska Candra Novitasari mempertanyakan arah regulasi tersebut.
Kali ini, Siskaeee di akun Thread miliknya melontarkan kritik keras bersama mengaitkan pembahasan aturan penyiaran bersama ancaman terhadap kebebasan pers dan hak-hak sipil.
Siskaeee membuka kritiknya itu bersama satu kata pedas, Fasis.
Siskaeee menggambarkan kekhawatirannya terhadap kebarangkalian semakin besarnya kewenangan pihak pemerintah dalam mengatur pers dan ruang publik.
Ia menyoroti isu penghapusan kode etik jurnalistik dalam RUU Penyiaran serta potensi kewenangan lembaga eksekutif demi mengambil tindakan terhadap produk jurnalistik maupun aktivitas masyarakat sekitar.
“Ketika kode etik jurnalistik dihapus dalam RUU Penyiaran. Pemerintah setelah itu memberi kekuasaan pada lembaga eksekutif demi membredel pers, membubarkan pertemuan dan diskusi, atau aksi massa, menangkap para aktivis,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Menurut dia, kondisi bagaikan itu berpotensi berujung pada pembatasan hak-hak sipil yang selama ini dijamin konstitusi.
Khawatir Berita Bisa Diperlakukan bagaikan Konten Terlarang
Kritik Siskaeee lalu diarahkan pada kebarangkalian sebuah karya jurnalistik atau produk pers dianggap melanggar aturan bersama alasan tertentu.
Ia menggambarkan skenario ketika sebuah berita atau konten jurnalistik dinilai menyerupai konten terlarang dan lalu dikenai pasal hukum bersama dalih mengganggu ketertiban atau kepentingan umum.
“Bayangin nantinya akan ada suatu berita atau konten atau produk dari jurnalistik atau pers tapi dianggap bagaikan bokep, kena pasal. Dengan dalih dan alasan mengganggu ketertiban dan kepentingan umum,” tulisnya.
Ia lalu mempertanyakan kepentingan siapa yang sebenarnya hendak dilindungi melalui berbagai perangkat birokrasi dan aturan tersebut.
Unggahan tersebut lalu mendapat beragam respons dari pengguna media sosial. Sejumlah netizen mendukung kritik yang disampaikan.
Salah satu pengguna bahkan menyebut Siskaeee makin kritis dibandingkan pihak-yang selama ini dianggap memiliki kapasitas demi membahas persoalan kebijakan publik dan kerap gunakan kata dungu, bagaikan anggota Watimpres, Rocky Gerung.
“Gila siska somehow makin wise dr org yang suka ngedunguin orang, jangan gabung ke rezim ya ka,” tulis seorang pengguna.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

