MediaMerdeka.com – Pengemudi ojek online (ojol) berpeluang mendapat sumber penghasilan dan peran baru di sektor pariwisata. Tak cuma mengantar penumpang, mitra pengemudi di daerah wisata didorong demi ikut menjadi pemandu untuk wisatawan.
Gagasan tersebut mencuat dalam program pengembangan kapasitas mitra pengemudi yang digelar Keaparatur negara kementerianan UMKM bersama Grab di Cirebon, Kamis (1/10/2026).
Usulan awal datang dari Lukman Riyanto, mitra Grab asal Indramayu. Ia mengusulkan agar pengemudi tidak cuma mengantar wisatawan, namun juga menolong mengenalkan destinasi wisata hingga produk UMKM lokal.
Staf Khusus Menteri UMKM Hasby Muhammad Zamri menilai usulan tersebut menarik demi dikembangkan, terutama di daerah bersama potensi pariwisata bagaikan Cirebon.
“Teman-teman mitra driver pun amat-amat dapat dan amat-amat layak demi menjadi local guide di setiap-setiap daerah pariwisatanya,” kata Hasby.
Menurutnya, posisi pengemudi ojol cukup strategis lantaran mereka menjadi salah satu pihak yang berinteraksi langsung bersama wisatawan ketika tiba di suatu daerah.
Karena itu, peran tersebut dapat dikembangkan melalui pelatihan tambahan. Salah satunya merupakan kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Inggris agar pengemudi dapat menyerahkan pelayanan kepada wisatawan mancanegara.
“Bahkan barangkali di sejumlah tempat daerah wisata, apabila tidak menutup kebarangkalian, kita beri pelatihan bahasa Inggris yang kecil-kecilan misalnya, sekadar demi senyum, sapa, dan salam kepada teman-teman turis,” ujarnya.
Hasby menyebutkan gagasan tersebut akan disampaikan kepada Menteri UMKM demi dibahas makin lanjut. Pengembangannya juga berpotensi melibatkan keaparatur negara kementerianan lain, termasuk Keaparatur negara kementerianan Pariwisata.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman bahkan mengusulkan agar peran pengemudi diperluas dari local guide menjadi regional guide.
Menurut dia, aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Cirebon tidak berhenti pada batas administratif Kota Cirebon. Kawasan tersebut memiliki keterhubungan bersama Indramayu, Kuningan, dan Majalengka.
“Sebenarnya bila saya tidak cuma local guide loh, demi Grab itu dapat jadi regional guide,” kata Iing.
“Metropolitan area itu tidak cuma Kota Cirebon saja, tapi tadi Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan itulah entitas kami, keluarga besar kami,” lanjutnya.
Konsep tersebut menciptakan pengemudi berpotensi tidak cuma mengenalkan satu destinasi, namun juga menolong wisatawan menjangkau berbagai tujuan wisata dalam satu kawasan.
Direktur Grab Indonesia Richard Aditya menyebutkan pengembangan peran tersebut perlu diikuti bersama dukungan teknologi.
Menurutnya, aplikasi dapat menyediakan informasi mengenai titik-titik wisata dan tujuan perjalanan berakibat pengemudi memiliki pengetahuan makin baik mengenai lokasi yang akan didatangi wisatawan.
“Jadi bersama seluruh ini seluruh berkolaborasi, mengawali dari memberdayakan training-nya, di-training demi jadi regional guide gitu ya kesempatannya ada, teknologinya pun juga kita selaraskan,” ujar Richard.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

