BRI Dukung Ekonomi Pelangiran Melalui Layanan BRILink Door-to-Door

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Kehadiran layanan BRILink Agen terbukti menjadi ujung tombak inklusi keuangan masyarakat sekitar di daerah perairan terpencil, salah satunya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Peluang demi mendekatkan layanan tersebut ditangkap Ria Irawan. Berbekal modal awal Rp19 juta dari tabungan pribadi, Ria memengawali profesi sebagai BRILink Agen pada 2019 di tengah aktivitasnya sebagai tenaga honorer di Puskesmas Pelangiran.

Ria menceritakan bahwa keputusannya memengawali usaha tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Pelangiran. Sebagai wilayah perairan, masyarakat sekitar setempat sejumlah mengandalkan transportasi sungai dan laut memakai speedboat demi menunjang mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut menciptakan akses menuju layanan perbankan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan masyarakat sekitar wajib mengeluarkan ongkos perjalanan pergi-pulang hingga sekitar Rp100 ribu cuma demi bertransaksi di bank.

“Kondisi itu menciptakan aktivitas keuangan masyarakat sekitar menjadi terbatas dan pada akhirnya turut menghambat kegiatan ekonomi mereka. Dari sana saya berpikir, bila layanan perbankan dapat hadir makin dekat, tentu akan amat menolong masyarakat sekitar di sini,” ujar Ria.

Ria menceritakan bahwa perjalanan di awal usaha tidak mudah. Demi memenangkan kepercayaan masyarakat sekitar di tengah persaingan usaha, Ria menciptakan inovasi layanan jemput bola berupa sistem door-to-door.

Dia bercerita, kala itu, ia secara rutin memuntukkan jadwal layanan door-to-door kepada masyarakat sekitar melalui Facebook dan WhatsApp. Dalam sehari, Ria menjalankan tiga kali perjalanan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB, dan 17.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor sambil mengangkut mesin EDC MPOS BRILink, ia mendatangi rumah masyarakat sekitar hingga tempat usaha dalam radius sekitar tiga kilometer demi melayani kebutuhan transaksi mereka.

Inovasi tersebut berbuah manis. Melihat perkembangan usaha serta dampak sosial yang nyata, Ria mengambil keputusan berani demi memfokuskan seluruh energinya menjadi BRILink Agen dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar Pelangiran.

“Terhitung, pada saat ini kita biasanya melayani rata-rata 70 hingga 80 transaksi per hari, transaksi yang kerap dilakukan masyarakat sekitar mengawali dari jasa transfer, pembayaran belanja daring (BRIVA), hingga pencarian tunai dalam jumlah besar,” ucapnya.

Kehadiran BRILink Agen Ria juga perlahan mendorong pergeseran dari praktik rentenir di wilayahnya menuju pemanfaatan layanan keuangan formal. Masyarakat yang semasih belumnya mengandalkan praktik tersebut mengawali memanfaatkan BRILink Agen Ria demi bertransaksi sekaligus mengenal produk simpanan dan pembiayaan BRI

Di balik perkembangan BRILink Agen yang dikelolanya, Ria menyebut dukungan teknologi serta pendampingan berkelanjutan dari BRI turut menolongnya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat sekitar. Dukungan tersebut terutama dirasakan ketika Ria menyikapi berbagai kebutuhan operasional di lapangan.

“Peran Mantri BRI di lapangan amat kami rasakan, istilahnya gercep atau cepat tanggap. Ketika ada kendala jaringan internet di desa maupun kebutuhan uang tunai secara mendadak, Mantri BRI senantiasa siap menolong dan menyerahkan pendampingan,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyebutkan memasuki Oktober yang menjadi momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang semakin luas, mudah, dan merata untuk seluruh lapisan masyarakat sekitar.

“Dalam konteks tersebut, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat bersama masyarakat sekitar hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh dari kantor bank. Kehadiran BRILink Agen tidak cuma memperluas jangkauan layanan keuangan formal, namun juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar. Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, namun diarahkan demi menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan untuk masyarakat sekitar,” pungkas Dhanny.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *