Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjuk Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai direktur baru Mossad memicu kontroversi besar di internal badan intelijen Israel.

Namun sayangnya pilihan Netanyahu itu justru menimbulkan penolakan dari sejumlah pihak.

Direktur Mossad pada saat ini, David Barnea, secara terbuka menepis pencalonan Gofman. Barnea menilai Gofman tidak memiliki latar belakang intelijen yang cukup demi memimpin Mossad di tengah situasi perang.

David Barnea semasih belumnya mendorong wakilnya yang cuma disebut bersama inisial A demi menjadi penerusnya. Namun rekomendasi tersebut tidak diterima oleh pihak pemerintahan Netanyahu.

“Dia (Roman Gofman) tidak sempat menangani sistem operasi intelijen secara langsung. Dia tidak memiliki pengalaman dan kedalaman yang dibutuhkan demi memimpin organisasi bagaikan Mossad,” ujar seorang aparatur negara intelejen Israel bagaikan dikutip dari Ynet.

Rekam Jejak Roman Gofman

Roman Gofman lahir di Belarus pada 30 November 1976. Ia pindah ke Israel bersama keluarganya pada 1990 saat berusia 14 tahun dan menetap di kota Ashdod.

Masa mudanya disebut tidak mudah. Saat bersekolah di ORT Ashdod Nautical Officers School, ia merasakan perundungan dan kekerasan dari siswa lain hingga akhirnya menekuni olahraga tinju.

Gofman bergabung bersama Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 1995 melalui Korps Lapis Baja.

Ia mengawali karier sebagai prajurit batalion tank dan terlibat dalam operasi militer di Lebanon Selatan, Jalur Gaza, hingga Tepi Barat selama Intifada Kedua.

Kariernya terus menanjak. Ia sempat memimpin Brigade Etzion dan Brigade Lapis Baja ke-7, salah satu unit tempur utama Israel.

Dalam konferensi komando senior IDF pada 2018, Gofman dikenal sebagai perwira yang mendorong penggunaan makin aktif pasukan darat dalam operasi militer.

Gofman semakin dikenal setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Saat menyambut baik laporan infiltrasi militan, ia langsung bergerak dari rumahnya di Ashdod menuju wilayah Sderot.

Di persimpangan Sha’ar HaNegev, ia bergabung bersama relawan pihak kepolisian dan terlibat baku tembak melawan militan Hamas.

Dalam insiden itu, Gofman dilaporkan menewaskan dua militan namun merasakan luka serius di untukan lutut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *