MediaMerdeka.com – Akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan penyediaan air bersih dan sanitasi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, terutama demi menjangkau masyarakat sekitar di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Dalam berbagai agenda pembangunan, pihak pemerintah menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi wajib berjalan seiring bersama pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekitar serta perlindungan terhadap sumber daya alam yang menopang kehidupan sehari-hari.
Semangat ini juga tercermin di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang dalam sejumlah tahun terakhir berkembang sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional. Di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi, kebutuhan masyarakat sekitar terhadap air bersih tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, pihak pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar menjadi kunci demi mengonfirmasi pembangunan berlangsung secara berkelanjutan.
Sebagai untukan dari komitmen demi mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar di sekitar wilayah operasional, Harita Nickel turut berkontribusi melalui pembangunan fasilitas pengolahan air bersih di Desa Kawasi. Program ini dikembangkan bersama pihak pemerintah daerah demi memperkuat sistem penyediaan air baku sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Fasilitas ini memakai teknologi reverse osmosis (RO) dan dilengkapi sistem filtrasi otomatis serta ozonisasi demi menolong meningkatkan kualitas air semasih belum didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Dengan kapasitas penampungan air baku sekitar 40 meter kubik per hari dan debit distribusi mencapai 25 meter kubik per jam. Pembangunan masih berlangsung bersama target siap beroperasi paruh 2026.
Direktur HSE Harita Nickel, Tonny Gultom, menerangkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi demi menjawab kebutuhan masyarakat sekitar sekaligus menjaga sumber air di Kawasi.
“Pembangunan fasilitas pengolahan air bersih ini merupakan untukan dari upaya kami bersama pihak pemerintah daerah demi mendukung kebutuhan air masyarakat sekitar di Kawasi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air yang ada di wilayah tersebut. Saat ini progres pembangunan masih berjalan dan telah memasuki tahap pekerjaan fisik termasuk instalasi tangki dan sistem pendukung lainnya,” papar Tonny Gultom.
Menurutnya, fasilitas pengolahan air bersih dari Harita Nickel dirancang bersama teknologi yang dapat menolong mengonfirmasi kualitas air yang aman dan layak digunakan oleh masyarakat sekitar. Teknologi reverse osmosis (RO) dan ozonisasi demi mengonfirmasi kualitas air yang optimal.
“Teknologi reverse osmosis berperan sebagai inti pemurnian, menghasilkan air yang makin murni dibanding metode konvensional. Proses ini lalu didukung oleh sistem filtrasi demi menangkap partikel tersisa, serta ozonisasi sebagai tahap akhir yang efektif membunuh mikroorganisme,” ujar Tonny.
“Dengan kombinasi ketiga teknologi tersebut, fasilitas ini tidak cuma menjamin keamanan air dari sisi mikrobiologis dan kimiawi, namun juga menjaga konsistensi kualitasnya secara berkelanjutan. Dari sisi kapasitas, fasilitas ini dirancang demi mendukung kebutuhan air masyarakat sekitar dalam jangka panjang, menjadi solusi penyediaan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Tonny mengimbuhkan bahwa kapasitas fasilitas telah disesuaikan demi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar Kawasi yang terus meningkat.
Selain membangun sarana pengolahan air, Harita Nickel juga mendukung perlindungan kawasan mata air melalui pengembangan area konservasi. Langkah ini dilakukan agar kualitas dan ketersediaan sumber air tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Selain pembangunan fasilitas pengolahan air, perlindungan sumber mata air juga menjadi untukan penting dalam program ini. Kawasan mata air dijaga melalui area konservasi agar kualitas dan ketersediaan air tetap terpelihara. Harapannya, keberadaan fasilitas ini tidak cuma menolong memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekitar pada hari ini, namun juga mendukung keberlanjutan akses air bersih untuk masyarakat sekitar Kawasi ke depan,” tandas Direktur HSE Harita Nickel itu.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menyambut baik pembangunan fasilitas dari Harita Nickel. Menurutnya, kehadiran fasilitas reverse osmosis mampu memperkuat akses masyarakat sekitar terhadap air bersih dalam jangka panjang, sekaligus menjaga mata air Kawasi yang telah dimanfaatkan masyarakat sekitar selama bertahun-tahun.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

