Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satunya ia lakukan saat menghadiri jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia, dalam rangka Program DBA Enterpreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan pengusaha asal Tiongkok yang telah menanamkan investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan acara itu. Ia juga mengajak kepada para pengusaha tersebut demi berkunjung ke Jawa Tengah. Apalagi, provinsi ini terbuka demi penanaman investasi.

Sebagai gambaran, pada 2025 lalu investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110, 02 triliun. Terdiri dari atas penanaman modal asing (PMA) Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan UMK Rp21,52 triliun. Sementara pada triwulan I 2026 telah mencapai Rp23,02 triliun bersama pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89%.

Saat ini ada sekitar 7 kawasan industri dan ekonomi khusus yang yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Selain itu, juga ada sesejumlah 12 daerah sedang menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru demi menunjang investasi dan pemerataan ekonomi.

“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” ungkapnya.

Luthfi menyampaikan, keseriusan Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah. Ada sekitar 7 proyek yang siap ditawarkan kepada investor demi sektor EBT. Di antaranya PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.

“Kami membuka peluang lebar-lebar untuk investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, berakibat akan menolong kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.

Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua menyebutkan, pertemuan para pengusaha dari berbagai industri ini perlu terus diperluas. Perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang amat kompatibel dan dapat diterapkan secara mendalam.

Mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang demi restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern.

“Saat ini, Presiden Prabowo bersama penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami merupakan korporasi terkemuka di industri ini di Tiongkok,” katanya.

CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, menyebutkan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas, lingkungan pembangunan yang amat baik, dan potensi pertumbuhan yang amat besar.

“Kami menyaksikan kebarangkalian kolaborasi yang tak terbatas,” kata dia.

Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB sendiri merupakan program doktoral eksekutif bergengsi. Program ini menggabungkan riset akademik tingkat lanjut bersama praktik kewirausahaan dan bisnis. Program ini ditujukan untuk para pendiri bisnis dan pemimpin korporasi senior.

CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen dan nirlaba terkemuka di Tiongkok, bersama jaringan alumni kuat dari berbagai korporasi unicorn, hingga korporasi multinasional dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *