MediaMerdeka.com – Dino Patti Djalal menyorot kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Tidak cuma lantaran terlalukerap, lawatan kepala negara dianggap spontan.
Eks wakil aparatur negara kementerian luar negeri ini menginginkan kunjungan internasional Prabowo dapat dilakukan secara profesional dan direncanakan bersama baik.
“Kami mengamati ada sejumlah kunjungan yang dilakukan secara spontan tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas,” kata Dino dalam video di akun Instagram pribadi, dikutip Minggu (31/5/2026).
Dino menyebutkan rencana kunjungan internasional Prabowo secara garis besar perlu dipetakan setahun semasih belumnya.
“Baik Seskab Teddy atau Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan kepala negara ke suatu negara satu bulan semasih belumnya atau minimal seminggu semasih belum hari H, dan diumumkan juga bersamaan bersama negara yang akan dikunjungi,” kata Dino
Dino mengambil contoh sejumlah kunjungan Prabowo yang dianggap spontan tanpa penjelasan.
“Kunjungan kepala negara ke Pakistan dan Rusia sewaktu bencana banjir Sumatera misalnya, dilakukan tanpa ada informasi apapun kepada publik semasih belum berangkat. Perlu pula diterapkan asas akuntabilitas dan transparansi lantaran cukup kerap publik tidak tahu Presiden ada di mana di luar negeri,” kata Dino.
Semasih belumnya Dino menghimbau Prabowo demi secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal tersebut.
Sebagai sahabat lama Prabowo, serta mewakili komunitas hubungan internasional dan sejumlah rakyat Indonesia, Dino merasa perlu menyampaikan pernyataan tersebut.
“Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada saya, yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu saya juga merasa memiliki tanggung jawab moril demi menyampaikan pesan apa adanya,” kata Dino.
Dino menyebutkan dalam perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo telah menjadi kepala negara yang teramat kerap menjalankan perjalanan ke luar negeri.
“Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri. Dan tidak heran bila ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan amat tidak barangkali dalam 18 bulan ke depan Presiden Prabowo terus menjalankan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tinggi,” tutur Dino.
Dino mengingatkan bahwa kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan amat besar.
Biaya-biaya tersebut mencakup biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian demi seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya.
“Satu perjalanan ke luar negeri dapat keluar puluhan bahkan ratusan miliar,” kata Dino.
Dino menerangkan pernyataan dan saran dari dirinya dalah penyampaian perasaan kesejumlahan rakyat yang murni dari nurani mereka.
“Silakan cek. Dalam suasana yang serba prihatin dan was-was akibat gejolak dunia, rakyat Indonesia tidak lagi terpukau bersama kemegahan protokoler dalam dunia diplomasi, saya yakin sekali ini,” kata Dino.
“Rakyat mengharapkan pemimpin mereka dapat memperlihatkan kepekaan dan kepatutan dalam menjalankan perjalanan ke luar negeri,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

