Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – Pertamina memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui sejumlah program pemberdayaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya bersama mengimplementasikan program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB merupakan desa inovatif yang memanfaatkan energi bersih demi mendorong kemandirian masyarakat sekitar melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

DEB Keliki di Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali merupakan inisiatif Pertamina dalam menyediakan energi terbarukan untuk masyarakat sekitar pedesaan di Indonesia. Program ini bertujuan demi menjadikan energi terbarukan sebagau solusi yang dapat menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar. DEB Keliki memiliki kegiatan utama berupa pengolahan sampah menjadi kompos dan ketahanan pangan bersama menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan.

Sumber energi pengolahan sampah serta pompa penggerak demi pengairan sawah, didukung bersama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jajaran Dewan Komisaris Pertamina, menyaksikan dan mendengarkan penjelasan secara langsung dari penerima manfaat atas dampak program terhadap kemandirian masyarakat sekitar DEB Keliki, Kamis (28/5/2026).

I Wayan Sumada, Local Hero sekaligus Ketua BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Yowana Bakti Keliki, penuh antusias menceritakan dampak keterlibatan Pertamina melalui upaya pembinaan, pendampingan serta pemberian sejumlah fasilitas di desanya.

“Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari, bersama produktivitas yang amat tinggi tersebut kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) amat menolong masyarakat sekitar demi mengelola dan mengolah sampah,” ujarnya.

Untuk mendukung program pengolahan sampah, diperlukan tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTS bersama kapasitas terpasang mencapai 10,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini menghasilkan 14.256 kWh/tahun energi surya. Kehadiran PLTS selain menghemat biaya listrik sebesar Rp21 juta/tahun, sekaligus mengurangi emisi GRK mencapai 13,7 ton CO2eq/tahun.

Ia mengimbuhkan dukungan yang diberikan Pertamina, secara tidak langsung juga mendorong perubahan perilaku masyarakat sekitar bersama menjalankan pemilahan sampah rumah tangga, baik samapah organik, anorganik dan residu.

“Saat ini kesadaran demi masyarakat sekitar memilih sampah itu telah amat tinggi berkat kerjasama kami bersama Pertamina, kami mengelola sampah demi dikembalikan ke alam hingga lalu dapat semakin bermanfaat lagi demi alam,” tambahnya.

I Wayan Sumadana mengimbuhkan, demi aktivitas pengairan air sawah, DEB Keliki juga didukung bersama PLTS bersama kapasitas terpasang 17,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini lalu digunakan demi menggerakkan pompa air tanah bertenaga surya yang mendukung pengairan sawah selama musim kemarau di 7 Subak (Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu). Khusus PLTS demi pengairan sawah menghasilkan 84.000 kWh/tahun energi surya, mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) mencapai 23,1 ton CO2eq/tahun serta penghematan biaya listrik Rp.35 juta per tahun.

Dari pertanian tersebut, DEB Keliki menghasilkan produk padi organik, yang dapat meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan. Semasih belum program padi organik diterapkan hasil panen cuma berkisar 5 sampai 5,5 ton per hektare, setelah proses pembinaan oleh Pertamina peningkatan menjadi 8,7 ton per hektare.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku takjub bersama kesuksesan program yang menyerahkan dampak positif terhadap lingkungan serta menyerahkan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.

“Dari program DEB Keliki ini, memperlihatkan komitmen Pertamina dalam menyerahkan dukungan kepada masyarakat sekitar melalui program-program yang dimiliki. Melihat kesuksesan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris amat senang, semoga program TSJL Perusahaan, dapat makin menyerahkan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar,” ujarnya

DEB Keliki kini telah menjadi ekosistem percontohan penggerak ekonomi masyarakat sekitar, melalui kegiatan Eco Village dan Agrikultur, terdapat 1.200 Kepala Keluarga penerima manfaat, melibatkan 9 pekerja, berkolaborasi bersama 15 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pemuda desa. Tidak cuma itu hasil pengelolaan sampah ini juga sukses meluncurkan produk pupuk organik berkualitas tinggi, produksi ecoenzyme (cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik dapur), dan kompos organik.

Atas kesuksesan itu, sejumlah kunjungan dari berbagai Perguruan Tinggi maupun wisatawan mancanegara ke DEB Keliki. Setidaknya terdapat 6.000 tamu yang telah berkunjung, demi menyaksikan keindahan persawahan, belajar pengelolaan sampah dan pertanian berbasis energi bersih, sambil menikmati jajanan di saung-saung cafe masyarakat sekitar yang menambah geliat ekonomi masyarakat sekitar Keliki.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *