Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Kebijakan PT Pertamina Patra Niaga yang resmi mengerek tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per 10 Juni 2026 langsung memicu efek domino di sektor hilir migas.

Sejumlah korporasi pengelola jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta terpantau mengambil langkah serupa bersama mengoreksi ke atas daftar harga produk mereka.

Namun, fenomena penyesuaian tarif baru ini justru diwarnai bersama pemandangan ironis di lapangan, di mana kenaikan harga dibarengi bersama kelangkaan pasokan bensin yang meluas di sejumlah gerai SPBU swasta tersebut.

British Petroleum (BP) menjadi salah satu operator internasional yang kedapatan mengerek tarif jualnya secara signifikan. Varian bensin BP 92 kini dipatok seharga Rp16.670 per liter dari harga semula yang berada di angka Rp12.930 per liter.

Setali tiga uang, produk unggulan BP Ultimate juga melonjak ke level Rp17.240 per liter, meninggalkan posisi lamanya yang juga sempat bertahan di harga Rp12.930 per liter.

Kendati harganya meroket, hal tersebut tidak menjadi jaminan atas ketersediaan komoditas di tingkat ritel. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Rabu, 10 Juni 2026, area pengisian di SPBU BP yang berlokasi di Jalan Minangkabau Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan, memperlihatkan kekosongan stok yang terjadi di hampir seluruh lini produk.

Satu-satunya bahan bakar yang masih dapat ditebus oleh konsumen cumalah varian BP Ultimate Diesel bersama label harga Rp25.060 per liter.

Sebaliknya, produk bensin bersama angka oktan makin rendah bagaikan BP 92 dan BP Ultimate sama sekali tidak tersedia di dispenser pengisian.

Sebagai bentuk transparansi kepada para pengendara, manajemen SPBU bahkan telah membentangkan spanduk maklumat yang bertuliskan “Bensin Tidak Tersedia.”

Seorang operator lapangan di SPBU BP tersebut mengakui bahwa pihak manajemen masih belum dapat mengonfirmasi secara tentu kapan pasokan bahan bakar jenis bensin akan kembali normal.

“Bensin enggak tersedia sejak sepekan lalu. Kalau demi ada lagi, kami masih belum tahu,” ungkap petugas tersebut saat menyerahkan penjelasan.

Penutupan Operasional di Jaringan SPBU Vivo

Kondisi tidak kalah memprihatinkan juga melanda jaringan ritel SPBU Vivo. Perusahaan pengolahan hilir ini turut menyelaraskan harga produk energi mereka, di mana varian Revvo 95 harganya melambung tinggi ke posisi Rp17.240 per liter dari tarif dasar semasih belumnya yang sebesar Rp12.930 per liter.

Serupa bersama kompetitornya, lonjakan harga ini juga diiringi oleh seretnya suplai bensin. Berdasarkan pengecekan berkala di SPBU Vivo yang terletak di kawasan strategis Jalan Letjen M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan pada pukul 11.42 WIB, fasilitas pengisian bahan bakar tersebut justru tampak lumpuh dan tidak beroperasi.

Seluruh akses masuk maupun jalur keluar menuju area tangki pengisian ditutup rapat oleh pengelola memakai pagar barikade pembatas berwarna merah-putih.

Di dalam kompleks SPBU, sama sekali tidak terlihat adanya aktivitas pelayanan kendaraan maupun kehadiran para petugas lapangan. Walau operasional terhenti, papan informasi elektronik yang memuat rincian tarif tetap menyala, menampilkan angka Rp17.240 demi produk Revvo 95 dan Rp25.060 demi varian Primus Diesel Plus.

Kelangkaan pasokan bensin komersial ini ternyata juga menjalar ke jaringan SPBU swasta asal Belanda, Shell. Melalui pemantauan di gerai SPBU Shell Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, satu-satunya komoditas yang masih tersisa di bungker penyimpanan dan siap dipasarkan cumalah produk V-Power Diesel yang dibanderol seharga Rp24.490 per liter.

Sementara itu, seluruh dispenser yang mengalirkan varian bensin nonsubsidi dilaporkan kosong melongpong tanpa pasokan. Mirisnya, kelangkaan stok bensin di bawah bendera Shell ini diinformasikan bukan terjadi secara mendadak, melainkan telah berlangsung sejak memasuki awal tahun 2026. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *