Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi upaya konservasi gajah Sumatera, kelahiran seekor anak gajah betina di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) mengangkut harapan baru.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan pun menyerahkan nama “Nona Seroja” sebagai doa dan simbol optimisme untuk masa depan satwa dilindungi tersebut.

Pemberian nama tersebut merupakan bentuk harapan agar kehidupan gajah Sumatera terus tumbuh dan berkembang di habitat alaminya.

Kelahiran anak gajah betina itu juga menjadi momentum penting di tengah berbagai upaya penyelamatan satwa liar dan perlindungan kawasan konservasi yang terus dilakukan di Tesso Nilo.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengaku merasa tersanjung ketika diminta demi menyerahkan nama untuk anak gajah tersebut. Menurutnya, kesempatan itu merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang sarat makna.

Semasih belum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan mengimbau izin kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan,” kata Irjen Herry, Kamis (11/6/2026).

Ia menerangkan, nama Nona Seroja dipilih lantaran memiliki filosofi yang amat erat bersama kondisi Tesso Nilo pada saat ini.

Pemberian nama Nona Seroja lantaran seroja merupakan bunga yang tumbuh dari lumpur yang keruh, namun mampu mekar bersama bersih, indah, dan menawan di atas permukaan air.

“Sama bagaikan itu, anak gajah ini lahir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Tesso Nilo, namun kehadirannya mengangkut harapan baru. Nona Seroja melambangkan kemurnian, ketahanan, dan keindahan. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah segala kekacauan, alam senantiasa memberi kesempatan untuk harapan demi tumbuh dan mekar,” ujarnya.

Menurut Irjen Herry, kelahiran Nona Seroja menjadi bukti bahwa alam masih menyerahkan kesempatan untuk seluruh pihak demi memperbaiki dan menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi rumah untuk gajah Sumatera.

“Beberapa waktu lalu kita berduka atas berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di Tesso Nilo. Hari ini Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini simbol bahwa harapan demi menjaga kelestarian Tesso Nilo masih hidup dan wajib terus diperjuangkan bersama,” katanya.

Kapolda menegaskan, menjaga kelestarian gajah Sumatera tidak cukup cuma bersama merawat dan melindungi habitatnya, namun juga wajib dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap para tersangka kejahatan satwa liar.

Menurutnya, Polda Riau akan terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan Green Policing yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai untukan dari keamanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitar.

Ia menyebutkan, Polda Riau pada saat ini juga tengah melanjutkan pengembangan penyidikan kasus perdagangan satwa liar dilindungi berupa gading gajah bersama menerapkan instrumen Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Langkah tersebut dilakukan demi menelusuri, menyita, dan merampas aset hasil kejahatan berakibat tidak cuma menghukum tersangka, namun juga memutus rantai kejahatan perdagangan satwa liar dari sisi finansial.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *