MediaMerdeka.com – Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. Optimisme pasar tersebut mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja korporasi-korporasi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebutkan, apresiasi pasar modal menjadi bukti bahwa investor semakin menyaksikan potensi jangka panjang Indonesia berdasarkan kondisi fundamental yang solid.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang memperlihatkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental korporasi-korporasi Indonesia. Kinerja yang baik tersebut menciptakan IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga memperlihatkan penguatan,” ujar Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6).
Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Namun, investor pada akhirnya akan kembali menilai berdasarkan kekuatan ekonomi nasional dan kinerja masing-masing korporasi.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, namun pada akhirnya seluruh investor akan menyaksikan fundamental daripada korporasi maupun negara,” kata Dony.
Dony mengimbuhkan, korporasi-korporasi nasional khususnya BUMN masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal penting demi terus meningkatkan nilai korporasi sekaligus menjaga kepercayaan investor.
“Teman-teman dapat menyaksikan bahwa fundamental korporasi kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun korporasi BUMN lainnya seluruhnya bagus,” ujar Dony.
Terkait aksi korporasi bagaikan pembelian kembali (buyback) saham oleh korporasi BUMN, Dony menyebutkan hal tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila korporasi menyaksikan harga saham masih belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.
“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita menyaksikan saham kita terlalu rendah, tentu tentu kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, makin baik kita investasi bersama saham kita sendiri,” jelas Dony.
Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi korporasi-korporasi BUMN.
“Kalau barang bagus, tentu sayang bila tidak kita optimalkan,” tutup Dony.
Sejalan bersama optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu menilai kuatnya fundamental ekonomi juga perlu terus didukung oleh bergeraknya sektor riil, termasuk industri perumahan yang memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian.
Nixon menyebutkan, BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan bersama terus mendorong permintaan masyarakat sekitar terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan.
“Kita wajib dapat menciptakan demand, jangan cuma menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat sekitar tetap memiliki akses demi membeli rumah,” ujar Nixon.
Nixon mengimbuhkan, perseroan tetap menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi. BTN juga terus memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat serta pengelolaan kualitas aset.
“Kita masih percaya pertumbuhan dapat tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat sekitar tetap dapat memiliki rumah,” tutur Nixon. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

