Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) aparat TNI Trenggono, menyerahkan klarifikasi terkait keluhan para mitra terkait dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Trenggono menerangkan bahwa agenda utama RDP tersebut merupakan pembahasan mengenai anggaran tahun 2025 yang telah mencapai kesepakatan.

Namun, ia tidak menampik adanya dinamika terkait aspirasi dan keluhan dari para mitra kerja BGN yang muncul belakangan ini.

“Ada keluhan dari mitra, ya datang ke sini demi menyampaikan unek-uneknya dan sebagainya. Ada yang ditanyakan juga tadi dari Komisi IX,” ujar Trenggono di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menanggapi isu penghentian program pembangunan dapur baru yang memicu kekhawatiran mitra, Trenggono menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara.

Langkah ini diambil demi menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap puluhan ribu titik sasaran program di seluruh Indonesia.

“Penghentian sementara ini bukan seterusnya, jadi penghentian sementara. Kita berikan waktu dong demi menata kembali,” tegasnya.

Trenggono memaparkan bahwa terdapat setidaknya 27.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang dalam proses peninjauan ulang, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penataan ini dianggap krusial agar pelaksanaan program ke depan makin tepat sasaran.

“Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali. Tolong berikan kami waktu demi menata seluruhnya,” tambahnya.

Terkait komunikasi bersama para mitra yang dianggap tersumbat, pihak BGN mengonfirmasi tetap terbuka demi berdiskusi.

Trenggono mengimbau para mitra demi bersabar hingga proses penataan internal berakhir dilakukan agar dialog yang terbangun nantinya dapat berjalan efektif.

“Bukannya kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga menyerahkan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita dapat berdialog bersama baik,” pungkasnya.

Semasih belumnya, salah satu keluhan bagaikan disampaikan Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin.

Ia meluapkan kekecewaan mendalam terhadap pola kemitraan yang dinilai tidak adil dan tidak sejajar antara pihak mitra bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *