MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bila kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini tidak akan bagaikan krisis 1998. Ia optimistis ekonomi RI bakal terus menguat.
Menkeu Purbaya menyebut bila pada saat ini sejumlah publik khawatir soal kondisi ekonomi lantaran sejumlahnya isu sentimen negatif yang beredar di media sosial, termasuk TikTok.
Bendahara Negara menilai bila pada saat ini fundamental ekonomi Indonesia masih aman. Sedangkan lemahnya nilai tukar Rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbeda bersama fondasi ekonomi.
“Jadi Rupiah dan IHSG itu beda bersama fondasi ekonomi, terkadang ya. Karena di situ ada ekspektasi juga ke depan bagaikan apa. Nilai tukar rupiah dipenuhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipenuhi ekspektasi, ketika sejumlah berita negatif,” katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), MInggu (24/5/2026).
Purbaya bercerita bila ekonomi Indonesia sejumlah diserang berita negatif sejak akhir tahun 2025 lalu. Mulai dari lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga Rupiah lemah.
Walhasil sejumlah publik berspekulasi dan menciptakan sentimen ekonomi RI semakin memburuk ala krisis 98. Padahal pada saat ini Pemerintah sedang terus memperbaiki kondisi ekonomi.
Bahkan Purbaya mengklaim bila Pemerintah pada saat ini tidak akan mengulangi krisis 98 lantaran tidak adanya peran dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund atau IMF).
“Kita enggak akan mengulangi 1998 lagi, lantaran waktu itu kan ada IMF. Kalau kini kan saya bukan IMF. Saya pinteran dikit dari IMF,” timpal dia.
Untuk itu ia mengimbau publik tidak takut bersama kondisi ekonomi RI. Purbaya menyebut Bank Indonesia (BI) juga bakal memulihkan ekonomi agar sektor swasta ikut berperan.
Bahkan Purbaya percaya diri bila enam bulan ke depan orang miskin bakal berkurang.
“Sehingga kita pertumbuhannya didorong oleh swasta dan domestik. Saya pikir enam bulan dari kini akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah, akan semakin berkurang dan semakin berkurang lagi,” tegasnya.
Purbaya tolak bantuan utang IMF dan World Bank
April lalu, Menkeu Purbaya sempat menepis bantuan utang dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank atau Bank Dunia saat menjalankan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.
Dalam pertemuan itu, Menkeu Purbaya ditanya apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat di tengah kondisi gejolak ekonomi buntut perang AS vs Iran, termasuk kenaikan harga minyak.
“Minggu lalu di IMF Spring, sejumlah yang tanya, saya ulangi lagi. ‘Memangnya APBN kita kuat menahan kenaikan harga minyak dunia?’ Saya bilang kuat, pertahanan kita berlapis-lapis,” katannya dalam acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

