Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut memperkuat kolaborasi dan menjalankan intervensi terpusat guna memberantas peredaran gelap narkotika di Sumut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga menegaskan siap mendukung dari sisi anggaran agar penanganan narkoba dapat dilakukan secara serius dan tuntas.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menyambut baik audiensi Kepala BNNP Sumut Brigjen Tatar Nugroho beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Selasa, 2 Juni 2026.

“Pada pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat, khususnya difokuskan pada sejumlah daerah yang menjadi titik masuk utama dan pusat peredaran narkoba,” kata Bobby Nasution.

Bobby mengaku khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. Menurutnya, narkoba kini semakin mudah diakses lantaran harganya yang makin terjangkau dan telah menyasar usia muda.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Sumut akan mengambil langkah konkret bersama mempersejumlah kegiatan masyarakat sekitar dan program-program positif di daerah rawan narkoba. Selain itu, Pemprov Sumut juga akan memperkuat edukasi bersama mendorong setiap kegiatan pihak pemerintahan maupun kemasyarakat sekitaran menyisipkan pesan bahaya narkoba.

Namun demikian, Bobby mengakui masih terdapat kendala di tingkat provinsi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam penanganan narkoba secara masif.

Terkait keterbatasan anggaran yang dihadapi BNNP Sumut, Bobby menegaskan komitmen Pemprov Sumut demi menolong.

“Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya menolong. Kita wajib serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho membeberkan bahwa Sumatera Utara pada saat ini masih menempati peringkat pertama nasional dalam jumlah pengguna narkoba.

“Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen yang menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini telah merambah hingga ke desa-desa,” ungkap Tatar.

Ia menerangkan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi geografis Sumut yang menjadi jalur utama masuknya narkoba. Wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di untukan selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan.

Menurut Tatar, pada tahun 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif 15 hingga 45 tahun. Namun kini trennya mengawali merambah kalangan anak usia sekolah.

Meski menyikapi keterbatasan anggaran, BNNP Sumut tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan. Upaya tersebut, menurutnya, mengawali memperlihatkan hasil bersama adanya penurunan angka peredaran di sejumlah wilayah.

“Kami amat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur. Kami menginginkan momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata bersama Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *