Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel ‘Mewah’, Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pengacara Hotman Paris Hutapea melayangkan somasi terbuka kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat sekitaran, Dirjen Pemasyarakat sekitaran, serta Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang.

Somasi ini dipicu oleh dugaan pemberian fasilitas istimewa berupa kamar khusus berpenutup kasur kepada terpidana kasus pencemaran nama baik, Razman Arif Nasution.

Kasus ini bermula ketika Razman dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ke Lapas Kelas I Cipinang pada Kamis (25/6/2026) sore.

Eksekusi dilakukan setelah permohonan kasasi Razman ditolak dalam perkara pencemaran nama baik UU ITE yang dilaporkan oleh Hotman Paris.

Advokat tersebut divonis hukuman penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan.

Namun, proses penahanan tersebut menuai kritik tajam dari Hotman. Berdasarkan prosedur standar, setiap narapidana baru wajib menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) selama minimal dua minggu secara bersama-sama di dalam satu sel komunal tanpa fasilitas kasur.

Sebaliknya, Razman dikabarkan langsung ditempatkan di kamar khusus tersendiri di lantai bawah.

Hotman membeberkan bahwa dalih yang disampaikan oleh pihak keaparatur negara kementerianan dan lapas terkait keistimewaan tersebut merupakan lantaran kondisi fisik Razman yang memiliki kemakinan berat badan.

“Alasan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat sekitaran dan juga Kepala Lapas Cipinang Kelas 1 merupakan katanya lantaran Razman badannya gendut, 170 kilogram, berakibat dikhawatirkan tidak kuat turun naik tangga,” kata Hotman Paris dalam unggahan Instagram-nya, Minggu (28/6/2026).

Menurut Hotman, alasan medis dan fisik tersebut amat tidak masuk akal dan terkesan dicari-cari. Ia menekankan bahwa selama puluhan tahun berkarier, terlapor memang senantiasa bertubuh besar namun tetap mampu beraktivitas berat tanpa kendala.

“Benar-benar itu alasan yang kayaknya sih dibuat-buat. Karena apa? Sudah puluhan tahun selama kariernya, Razman itu badannya gendut. Waktu dia berkali-kali bikin video atau ikut di TV yang mengejek-ejek Presiden Prabowo, juga badannya dalam keadaan gendut. Juga pada waktu dia teriak-teriak sama hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara… juga badannya gendut,” beber Hotman.

Kejanggalan penempatan ini menciptakan Hotman mencurigai adanya transaksi pemesanan kamar di balik jeruji besi. Ia mengimbau Kalapas Cipinang demi bersikap transparan dan tidak menjalankan diskriminasi antartahanan.

“Dan tidak barangkali kepala lapas menjalankan itu, dikasih keistimewaan, bila bukan ada sesuatu… bila seorang terpidana memesan kamar, tentu ada sesuatu,” tambahnya.

Melalui somasi pertamanya ini, Hotman mendesak agar rival hukumnya tersebut dalam waktu dekat dipindahkan ke ruang Mapenaling bersama narapidana lainnya demi menegakkan keadilan di lembaga pemasyarakat sekitaran.

Jika tuntutan ini diabaikan, ia mengancam akan mengangkut persoalan diskriminasi fasilitas ini ke ranah hukum.

“Jika tidak dalam waktu dekat si Razman dipindahkan dari ruang kamar khusus yang ada tempat tidurnya ke ruang mapenaling, maka Hotman akan dalam waktu dekat mengajukan gugatan lantaran itu merupakan perbuatan yang melanggar SOP dan diskriminasi kepada tahanan lainnya,” pungkas Hotman.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *