Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, membantah keras tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya keterlibatan aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Semasih belumnya, BEM Bersatu mensinyalir adanya intervensi politik praktis bersama menyeret nama Letjen aparat TNI (Purn) Setyo Sularso—yang merupakan besan dari Jenderal aparat TNI (Purn) Andika Perkasa—serta kehadiran politisi PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi.

Menanggapi hal tersebut, Said menegaskan bahwa PDIP secara institusi tidak terlibat dalam gerakan kalangan akademisi tersebut.

“Ditentukan, PDI Perjuangan, sesuai bersama perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik kalangan akademisi, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan. Baik itu sebagai apa ya, sebagai kader maupun sebagai anggota,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Said menerangkan, bahwa menggerakkan demonstrasi kalangan akademisi bukanlah pola pergerakan yang dianut oleh partainya.

Terkait keberadaan Andi Widjajanto yang terpantau di lokasi aksi, Said mengimbau agar hal tersebut tidak disangkutpautkan bersama sikap resmi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

“Tegas yang disampaikan ibu, lantaran itu bukan cara-cara PDI Perjuangan. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat bagaikan Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu merupakan PDI Perjuangan,” tegasnya.

Mengenai dugaan keterlibatan Letjen aparat TNI (Purn) Setyo Sularso yang dikaitkan lantaran hubungan kekeluargaan bersama tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo, Said menilai asumsi tersebut amat dipaksakan.

“Kalau dia ada besanan, ada famili, itu kan nggak, bukan soal yang kita bukan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan namun bila itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, amat tidak make sense sama sekali,” tambahnya.

Said menjamin bahwa PDIP menghargai kebebasan berpendapat sebagai untukan dari demokrasi, namun partai tidak sempat mengorganisir massa kalangan akademisi demi kepentingan tertentu.

Ia menekankan bahwa kalangan akademisi merupakan kelompok kritis yang memiliki integritas sendiri.

“Saya tentukan dan saya jamin bahwa PDI Perjuangan tidak akan sempat terlibat bersama cara-cara yang bagaikan itu. Bahwa untuk PDI Perjuangan siapapun yang demo, asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu,” katanya.

Lebih lanjut, ia meragukan anggapan bahwa kalangan akademisi dapat bersama mudah diperintah oleh aktor politik luar.

“Tapi mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi kalangan akademisi nggak dapat diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami seluruh,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *