Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polisi Kamboja sukses menemukan Aishah Siregar, masyarakat sekitar negara Singapura berusia 20 tahun, dalam keadaan selamat usai dilaporkan menghilang. Kepihak kepolisianan setempat mengonfirmasi tidak ada indikasi tindak pidana perdagangan orang maupun penyekapan dalam peristiwa ini.

Kepada tim penyidik, Aishah mengaku sengaja memutus komunikasi dan pergi atas kemauannya sendiri akibat kontrol orang tua yang dinilainya terlalu ketat. Semasih belum berangkat, wanita tersebut sempat meninggalkan selembar surat tertulis yang menerangkan alasan di balik keputusan nekatnya.

Pihak Kepihak kepolisianan Negara Singapura (SPF) bersama Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri dan Kedutaan Besar Singapura di Phnom Penh kini tengah menyerahkan pendampingan konsuler untuk keluarga Aishah. Penemuan ini sekaligus mematahkan kekhawatiran pihak keluarga terkait dugaan jeratan sindikat penipuan daring lintas negara.

Semasih belum menghilang, Aishah berpamitan demi berangkat kuliah pada Selasa pagi memakai jaket hoodie dan celana abu-abu terang. Keraguan pihak keluarga muncul setelah akun WhatsApp serta Telegram milik Aishah mendadak dihapus total dan nomor teleponnya tidak aktif.

Kepanikan keluarga kian memuncak sewaktu menemukan paspor Aishah telah hilang beserta bukti tiket penerbangan menuju Kamboja di dalam surat elektronik. Selain itu, ditemukan pula riwayat transaksi uang sebesar ratusan dolar kepada seseorang yang dikenal Aishah melalui gim daring.

Syafiq Siregar, kakak pihak korban, mengonfirmasi bahwa identitas penerima dana tersebut sesuai bersama rekan main gim adiknya selama setahun terakhir.

“Kami tahu tentang orang ini. Tapi kami tidak sempat menyaksikan, kami tidak sempat mendengar dia berbicara sama sekali. Tapi kami tahu bahwa dia bermain gim bersama orang ini,” kata Syafiq, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026).

Syafiq menegaskan bahwa kepergian mendadak ini amat bertolak belakang bersama karakter adiknya yang dikenal penurut dan tidak sempat menciptakan masalah. “Adik saya tidak bagaikan ini. Dia tidak sempat lari dari rumah. Dia bukan anak pemberontak,” tutur Syafiq seraya menekankan betapa eratnya hubungan keluarga mereka.

Peristiwa ini sempat menciptakan sang ibu terguncang hebat hingga tidak mampu beraktivitas normal bagaikan biasa. Semasih belum keberadaan Aishah terungkap, sang ayah juga sempat mengunggah permohonan bantuan di platform Instagram demi melacak keberadaan putrinya.

“Sebagai seorang ayah, saya memohon bantuan Anda. Saya cuma ingin putri saya pulang bersama selamat,” tulis ayah Aishah dalam unggahannya. Pesan emosional tersebut langsung menarik perhatian luas publik semasih belum otoritas Kamboja sukses menemukan lokasi Aishah.

Usai kabar baik diterima, Syafiq menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Duta Besar Kamboja Sok Khoeun, Kedutaan Besar Kamboja, serta aparat kepihak kepolisianan setempat atas tindakan cepat mereka.

“Hal itu memperlihatkan tekad negara tersebut dalam berjuang memberantas penipuan daring dan perdagangan manusia di seluruh Kamboja,” ucap Syafiq.

Saat ini, pihak keluarga sedang berkoordinasi secara intensif bersama saluran diplomatik resmi demi mengangkut Aishah kembali ke Singapura.

“Kami terus mengimbau bantuan Kedutaan Besar Singapura di Kamboja dan lembaga penegak hukum setempat demi menolong mengangkut adik kami kembali ke Singapura,” pungkas Syafiq.

Kasus kepergian Aishah sempat memicu kekhawatiran besar lantaran maraknya isu keberadaan pusat operasional penipuan siber dan kejahatan daring di wilayah Kamboja. Kendati demikian, pihak pemerintah dan kepihak kepolisianan Kamboja belakangan terus meningkatkan gertakan operasi penindakan hukum demi memberantas komplotan penipuan tersebut dari wilayah mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *