Gedung DPR RI ‘Dibentengi’ Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Aksi demonstrasi kalangan akademisi yang dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), menciptakan aparat memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis ibu kota.

Salah satunya di kawasan Gedung DPR RI, meski hingga siang hari masih belum terlihat massa berkumpul di lokasi tersebut.

Berdasarkan pantauan MediaMerdeka.com, gerbang utama Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto arah Slipi telah dipasangi beton pembatas. Sejumlah personel kepihak kepolisianan tampak berjaga di depan kompleks parlemen sejak pagi.

Di area dalam gedung, sejumlah kendaraan taktis juga telah disiagakan.

Beberapa unit mobil water cannon terlihat terparkir, sementara tameng pengendali massa berjejer rapi di dekat pintu masuk.

Kendaraan pengurai massa (raisa) juga telah ditempatkan demi mengantisipasi perkembangan situasi.

Meski pengamanan diperketat, hingga pada saat ini masih belum terlihat massa demonstran menggelar aksi di depan DPR.

Sejumlah kalangan akademisi dari BEM Universitas Indonesia sempat tiba memakai dua bus Metromini. Namun mereka tidak berhenti di kawasan parlemen dan memilih melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI yang menjadi titik utama aksi.

Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polri dan aparat TNI mengerahkan total 6.088 personel gabungan.

Kekuatan tersebut terdiri dari 500 personel aparat TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, dan 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.

Pengamanan difokuskan di empat titik utama, yakni kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.

Meski personel tidak dibekali senjata api, Polda Metro Jaya tetap menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) demi mengantisipasi kebarangkalian adanya pihak yang berupaya menunggangi aksi kalangan akademisi.

Semasih belumnya, kalangan akademisi dari berbagai kampus, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila, mengumumkan akan menggelar aksi demonstrasi terkait kondisi ekonomi nasional.

Melalui akun Instagram @bemui_official, BEM UI menyebut Indonesia merupakan negara yang kaya, namun kesejahteraan rakyat dinilai masih belum terwujud.

“Belakangan, ekonomi Indonesia runtuh. Namun, sayangnya pihak pemerintah justru makin memperkeruh keadaan,” tulis BEM UI.

“Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, dan komunikasi pihak pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak,” lanjut mereka.

Mahasiswa UI juga menilai pihak pemerintah cenderung menyangkal kondisi yang terjadi dan meremehkan kritik yang disampaikan masyarakat sekitar.

Sementara itu, BEM Fakultas Hukum UI melalui akun @bem.fhui menyebut masyarakat sekitar pada saat ini menyikapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai mengancam kesejahteraan rakyat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *