Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Delegasi Republik Islam Iran menyetop rencana diskusi lanjutan bersama diplomat Amerika Serikat selama agenda Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Keputusan ini membatalkan spekulasi publik mengenai peluang diplomasi tatap muka tambahan antar kedua negara rival tersebut.

Langkah tegas Teheran menandai kebuntuan baru dalam diplomasi Timur Tengah, terutama setelah usulan pembukaan jalur vital Selat Hormuz menggantung tanpa ketentuan.

Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran semasih belumnya mengonfirmasi adanya kontak tidak langsung bersama diplomat Washington melalui perantara aparatur negara Qatar.

Proses komunikasi rahasia tersebut berlangsung di sela-sela kesibukan agenda tahunan PBB di New York.

“Tidak ada rencana demi putaran pembicaraan baru bersama pihak AS dalam agenda perwakilan Iran. Menteri luar negeri akan kembali ke Iran pada Selasa (29/9) setelah menyelesaikan agenda yang telah dijadwalkan,” kata sumber tersebut kepada IRNA.

Pemerintah Iran memilih fokus menyelesaikan jadwal kerja utama ketimbang mengejar kompromi diplomatik yang dinilai melambat.

Meski demikian, pihak Teheran mengklaim masih menunggu respons tertulis mengenai tawaran taktis yang telah dikirimkan ke pihak Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap telah menyodorkan draf skema durasi seminggu demi memulihkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Proposal tersebut disalurkan secara tertutup lewat negara ketiga guna menekan potensi bentrokan militer di wilayah perairan strategis dunia.

Presiden Donald Trump secara terbuka sempat menyampaikan penolakan terhadap draf perdamaian yang diajukan oleh pihak penguasa Teheran.

Sikap keras Gedung Putih ini memperlihatkan jurang perbedaan pandangan yang amat mendalam di antara kedua belah pihak.

Namun, pada Sabtu malam, Araghchi menyebutkan Iran masih menunggu tanggapan final AS melalui para perantara terkait proposal Teheran mengenai Selat Hormuz, meskipun Trump telah menegaskan menepisnya.

Pernyataan Menlu Iran mengindikasikan adanya celah jalur belakang (backchannel) yang terus dimanfaatkan Teheran semasih belum mengambil keputusan final.

Ketegangan di jalur pelayaran energi global ini bermula dari ancaman pemblokiran akses maritim serta pengetatan sanksi ekonomi terhadap industri minyak Iran.

Sebagai respons pertahanan, Teheran memanfaatkan posisi geografisnya di Selat Hormuz demi menekan negara-negara Barat dan memperkuat posisi tawar diplomatiknya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *