‘Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut’, Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kecemasan menyelimuti keluarga Andi Angga Prasadewa, relawan asal Makassar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan salah satu masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat melaksanakan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina di Laut Mediterania.

Sang ibu, Sutrawati Kaharuddin, mengaku terakhir kali berkomunikasi bersama anaknya pada Senin (18/5/2026) sore melalui WhatsApp. Setelah itu, kontak tiba-tiba terputus.

“Jam tiga sore pada hari semasih belumnya masih jawab WhatsApp saya. Setelah itu saya jawab, kakak, bunda amat khawatir. Kakak hati-hati di sana. Banyak doa, istighfar, sekecil apa pun itu berserahkan sama Allah. Selalu minta petunjuk sama Allah,” tutur Sutrawati di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar dikutip dari ANTARA, Selasa (19/5/2026).

Tak lama setelah percakapan itu, pesan yang dikirim Sutrawati cuma memperlihatkan satu tanda centang. Kondisi tersebut menciptakan dirinya mengawali merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Waktu putus kontak saya itu jam tiga sore, telah centang satu WhatsAppnya. Dan itu saya mengawali curiga di situ, saya telah khawatir lantaran saya telah WhatsApp di situ semasih belumnya,” ujarnya.

Sutrawati menyebutkan, semasih belum berangkat Angga sempat memberi tahu adiknya mengenai kebarangkalian terburuk yang dapat terjadi selama misi berlangsung, termasuk membuang telepon genggam atau HP ke laut agar tidak terlacak.

“Dia bilang sama adiknya, sampaikan ke Bunda jangan kaget, telah tidak dapat dihubungi, HP telah dibuang ke laut. Karena begitu waktu pelatihannya,” katanya.

Total 9 WNI

Andi Angga Prasadewa diketahui tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari perwakilan Rumah Zakat yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Total ada sembilan WNI dalam rombongan yang dicegat militer Israel di perairan internasional.

Menurut Sutrawati, anaknya berangkat melalui jalur laut dari Turki bersama puluhan kapal bantuan kemanusiaan.

“Anak saya itu berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki, di Marmaris (Cruise Port), ada 56 kapal, infonya begitu. Di perjalanan, semasih belum sampai 250 mil dari laut, itu ada ini (ditangkap) sama zionis Israel,” tuturnya.

Ia membeberkan, sejak awal telah memiliki firasat buruk terkait keberangkatan Angga. Termakin, putra sulungnya itu diketahui memiliki mabuk laut namun tetap bersikeras ikut demi menolong masyarakat sekitar Palestina.

“Itu hari dia bilang, saya mabuk (laut) apa begitu. Kakak itu mabuk laut. Pokoknya apapun itu senantiasa ingat Allah. Saya cuma ingatkan supaya kakak persejumlah beristighfar,” ujarnya.

Kekinian keluarga menginginkan pihak pemerintah Indonesia dalam waktu dekat mengambil langkah diplomatik demi membebaskan Angga dan relawan lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *